17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
barangkali kejatuhan sunyi menjelma
pasir pesisir. berulang kali
dimurnikan matahari
memilih jadi tawanan air
melihat cahaya dari kedalaman
laut atau maut
di sana hanya ada gema
yang telah lama berlepasan
dari bibir penyair
di timur pulau. malam
meringkuk di jantung bayang
menebak letak segumpal mineral
di jalur pendar. biru agar-agar
tak sebulat mata purnama
memantul pada butir-butir garam
menafsir laut pasang-surut
di ujung dermaga yang kaki-kakinya keriput
mata suar memerah di jantung bayang
tiap kali tangan angin menyeret sampan
menuju hilang
aku menghitung dalam keremangan bintang
berapa banyak burung: terpisah dari kawanan
terlambat pulang
desis nokturna. lembar ombak robek
di taring tebing serta bunyi tepuk daun-daun
mataku memutih terperangkap dalam sinar bulan
entah bagaimana menjelaskan
perasaan air, sejak datang dan berakhir
di sini. salah satu kelokan linang
tubuh batu lumut beludru: samadi
menafsir mosaik daun-daun, serta desis
hutan tenggelam-timbul sepanjang musim
di pangkuan batu, meredam
lembar air: menyala warna marun
bekas lengan ilalang cakar belukar
sebuah sepeda menyeret penunggangnya
melintasi selimut hujan
beku sendi mencair di ujung pedal
sebatang bunyi menjulang, merah nyala warna gula
dari lubang bambu, merupa sebilah pedang: tebas
musik dan raung mesin
terapung-apung dalam cahaya. lampu-lampu kota
melelehkan tubuhnya, setetes demi setetes. mengalir
garis dilukis sepasang roda
[][][]
BACA puisi-puisi lain dari penyair Indonesia
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...