BUDAYA NONGKRONG, pacaran, seakan memang sudah menjadi kebutuhan bagi kaum muda. Rasanya hampir tak ada anak muda yang tak pernah melakukan kegiatan asyik tersebut. Dan biasanya, setiap anak muda memiliki tempat atau destinasi favoritnya masing-masing. Ada yang suka nongrong di warung kopi, kafe, pantai, hingga alun-alun kota
Nah, kali ini, saya akan memberikan lima rekomendasi tempat yang sering didatangi anak muda Sinngaraja, Bali, untuk nongkrong dan pacaran. Berikut daftarnya.
1. Pantai Penimbangan
Alasan Pantai Penimbangan sering dikunjungi anak muda untuk nongkrong dan pacaran, selain karena suasana pantainya, di sana juga banyak pedagang yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau.
Lokasi Pantai Penimbangan sendiri terletak di Jalan Pura Segara Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng, Bali.
Pantai Penimbangan | Foto: Nanda Putra
Oh iya, jika kalian ingin berkunjung, saya sarankan untuk datang pada sore hari karena Anda dapat menikati sunset lengkap dengan suasana pantai yang khas dan kuliner-kuliner yang bisa Anda dapatkan di sekitar pantai. Pantas saja banyak anak muda yang memilih Pantai Penimbangan sebagai tempat nongkrong atau pacaran. Suasananya memang asik ternyata.
2. Pantai Pelabuhan
Selain Pantai Penimbangan, tempat yang sering dikunjungi anak muda selanjutnya adalah Pantai Pelabuhan yang berada di Pelabuhan Tua Buleleng atau orang-orang juga mengenalnya dengan nama Eks Pelabuhan Buleleng.
Pantai ini memang cocok untuk tempat pacaran “sehat” atau nongkrong bersama teman maupun keluarga. Karena selain dapat melihat pemandangan laut lepas dan sunset yang bagus, Anda juga dapat menikmati berbagai jajanan warung yang ada di sekitarnya.
Pantai Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Nanda Putra
Pantai Pelabuhan ini biasanya akan ramai di sore hari karena kebanyakan orang yang datang bertujuan untuk melihat-lihat laut ataupun sunset sambil duduk-duduk menenangkan pikiran sejenak untuk melepas penat setelah seharian menjalankan rutinitas.
3. Taman Kota Singaraja
Selain pantai, Taman Kota Singaraja juga menjadi tempat yang sering dikunjungi anak muda untuk nongkrong ataupun pacaran. Suasana hijau dengan bidang datar yang luas, memang sangat cocok untuk berkumpul bersama teman, keluarga, maupun pacar.
Taman Kota Singaraja | Foto: Nanda Putra
Selain ada lapangan rumput yang luas, di sana juga disediakan banyak kursi untuk duduk santai jika bosan di lapangan. Ada banyak warung dan pedagang kaki lima yang menyediakan berbagai makanan dan minuman juga.
Taman Kota Singaraja terletak di Jl. Ngurah Rai, Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Bali.
4. Pantai Happy
Pantai Happy adalah salah satu tempat yang bagus dan sering dikunjungi anak muda Singaraja. Karna di sana ada banyak tempat untuk bersantai sambil melihat sunset sambil menikmati makanan dan minuman yang telah disediakan pedangang sekitar.
Pantai Happy | Foto: Nanda Putra
Pantai Happy berada di kawasan Desa Tukadmungga dan merupakan salah satu pantai terkenal di Buleleng selain Pantai Lovina di Kalibukbuk.
Tidak hanya pacarana atau nongkrong, di sana kalian juga bisa memancing karena airnya sangat tenang dan ikan juga banyak. Lumayan untuk menyalurkan hobi.
5. Pantai Lovina
Kalau pantai yang satu ini tak perlu diragukan lagi, sudah pasti sering dikunjungi kaum muda. Selain namanya yang paling terkenal di antara pantai-pantai yang ada di Singaraja, sepertinya Pantai Lovina juga memiliki air yang lumayan bersih dan asri jika dibandingkan dengan pantai lain da nada satu daya tarik yang hanya dimiliki Lovina, ya, lumba-lumba. Itulah sebabnya kenapa Pantai Lovina sering dikunjungi.
Pantai Lovina | Foto: Nanda Putra
Pantai Lovina terletak di pesisir utara Pulau Bali tepatnya sekitar 10 km arah barat Kota Singaraja lebih tepatnya di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Karena itu, kadan orang menyebutnya sebagai kawasan wisata Kalibukbuk.
Nah, itulah lima tempat yang sering di kunjungi anak muda Singaraja untuk nongkrong atau pacaran. Selamat berkunjung. [T]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...