17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
ada cerita, tentang penari
gadis jelita bertubuh langsat
pantang berkeluh, senantiasa
hembuskan aroma mendebarkan
biar hujan tak lepas peluh
biar ia menetes hingga perut bulanmu
meski malam itu
hanya beralas sekulit nafsu
terpejam ragu di masa nanti
“kapan tarian ini akan sampai?”
tanya itu lagi
sambil memandang denah surga
pada permukaan telaga tubuhmu
malam berwujud bulat
bak kepompong yang siap
melepas kupu-kupunya
di sekelilingku, tembok berwarna pucat
memanjang dengan renda-renda noda
bisa jadi itu percikan doa
yang saban hari aku baca
kepalaku, berbisik pelan
“Masihkah kau mengira jodoh di tangan Tuhan?”
aku menggoyangkan kepala
memandang malam
yang terlampau puitik
“Bukankah Tangan Tuhan yang membuatku
kehilangan segalanya?”
kepalaku, kembali berbisik
lebih pelan
kita menahan napas,
peganglah, mari nikmati
di bawah selimut ini
bercinta diterangi purnama
merangsek dari jendela yang
sengaja kita buka
ia jadi saksi, aku memilikimu
aku, kau bawa pada
kepulangan sejati
memelukmu melewati ruas-ruas
gundah, yang menyebar pada
sendi-sendi dan darah
meski matamu, menahan
air mata saat kita memulainya
: jalan kecil untuk langkah kecil,
untuk dosa besar
yang telah dihitung degup
jantung kita
kecup aku dengan ketenangan
agar kelak tiada luka menganga
cinta secukup-cukupnya adalah
kerajaan untuk buah-buah
yang kupetik setelah menuntaskan
ranum bibirmu
dulu, bulan purnama
tampak elok
sinarnya sederhana
sinarnya tenang
semula hanya pungguk
merindukannya
kini, mimpi pun memimpikannya
aku kadang bermimpi dalam mimpi
lalu waktu berdiam
purnama, parasnya tiada lagi sempurna
karena cinta
karena cinta
jalan menuju bulan cahayanya padam
namun ada kelap-kelip ramai di kepala
sebelum aku memulai langkah pertama,
kau melepas perdu di bibirku
di atas tikar rajutan
ada mimpi berserakan
bergulita
haru pilu satu irama
dalam napas pelan kesepian
kecup rindu, dekap kelu
seperti pengakuan, kesetiaan
padanya;
janji perlahan menepi
jala waktu koyak,
bak ditendang kaki badai
rejam, rejam keping itu
adalah: kamu
Tuhan bungkam pada tanyaku
baiklah, ini kali harus kutuai
buah bagianku yang subur
masa lalu
[][][]
KLIK untuk BACA puisi-puisi lain
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...