WISATA GATEP LAWAS berlokasi di Pebantenan Desa Ambengan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Bali. Dari Singaraja tempat ini dapat kita tempuh dengan perjalanan lebih dari 12 kilometer atau sekitar 30 menit jika menggunakan motor.
Kondisi jalan ke destinasi wisata ini bisa terbilang cukup ekstrem, namun jangan khawatir atmosfer alam di sepanjang jalan ke tempat ini akan membuat rasa lelah kamu hilang karena merasakan udara sejuk, disajikan pemandangan persawahan warga disepanjang jalan dan segarnya aliran sungai Gatep Lawas.
Ketika sampai di Wisata Gatep Lawas, kamu akan disambut dengan panorama hutan yang asri dan pemandangan hamparan persawahan akan terlihat ketika berdiri tempat ini karena lokasinya yang cukup tinggi.
Selain itu, tempat ini juga terdapat pohon purba yang berusia ratusan tahun yang menandakan tempat ini masih terjaga keasrianya. Warga setempat percaya kalau pohon tersebut sudah ada jauh sebelum Gatep Lawas mulai dikenal dan ramai dikunjungi para wisatawan.
Aliran sungai Gatep Lawas yang jernih dan sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi wistawan untuk berenang maupun untuk berswa foto dan hanya sekedar menikmati keindahan alamanya.
Tempat ini oleh warga lokal disebut Gatep Lawas. Kata Gatep diambil karena pada zaman dahulu ditempat ini terdapat banyak pohon gatep. Sementara untuk kata Lawas diambil dari nama kesubakan (sistem pengairan) di Pebantenan. Karena menurut penuturan warga tempat ini dijadikan sebagai lokasi pertemuan para warga yang berprofesi sebagai petani untuk berbagi pengetahuan tentang pertanian maupun kegiatan gotong royong.
Selain dipergunakan untuk irigasi pertanian, sungai Gatep Lawas sendiri dari dulu hingga sekarang dimanfaatkan oleh warga lokal sebagai tempat mandi dan berendam sehingga lama kelamaan tempat ini ramai dikunjungi oleh warga setempat bahkan mereka yang datang dari luar Desa Ambengan.
Destinasi wisata Gatep Lawas pun viral di sosial media tepatnya pada 2019 sehingga banyak dikunjungi para wisatawan lokal, nasional bahkan internasional. Oleh karena itu, tempat wisata Gatep Lawas oleh Pemerintah Desa setempat berinisiatif untuk dikelola secara resmi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Ambengan.
Destinasi Wisata Gatep Lawas ini bukan hanya menyuguhkan alam dengan pemandangan hutan serta jejeran perbukitan yang indah namun pihak pengelola juga menyediakan atraksi wisata River Tubing di aliran sungai Gatep Lawas yang cukup deras.
Jalur Wahana River Tubing sendiri memiliki panjang sekitar 625 meter ditempuh dengan waktu 10-15 menit dan pengunjung bisa mengarungi sungai dengan menggunakan ban yang sudah dimodifikasi dan alat keamanan standar yang sudah disedikan pengelola.
Destinasi wisata Gatep Lawas ini masih terbilang baru sehingga penjual makanan belum ada ditempat ini, jadi bagi kamu yang akan berkunjung ke lokasi ini jangan lupa membawa bekal supaya ketika sampai di lokasi tidak kelaparan.
Aliran sungai yang jernih, tempat yang rindang nan asri dengan pemandangan hutan yang indah tentunya jangan sampai kita rusak hanya karena adanya aktifitas wisata, sehingga para wisatawan diwajibkan untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di aliran sungai maupun ditempat lainya tetap Gatep Lawas tetap terjaga keasrianya. [T]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...