BULELENG | TATKALA.CO -- Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M., masuk dalam jajaran 20 Ilmuwan Terbaik versi Alper-Doger (AD) Scientific 2023. Peringkat ini untuk hasil kutipan karya ilmiah terbanyak.
Dewa Mangku, sapaan akrabnya berada di peringkat ke-6. Ia yang berasal dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng adalah alumni SMAN 1 Denpasar.
Ia memang dikenal memiliki konsentrasi yang besar dan menaruh perhatian pada hukum internasional dengan menyelesaikan studi S1 di Universitas Airlangga, Surabaya. Pendidikan jenjang magister dan soktor diraih dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Selain tugas utamanya sebagai dosen, kini ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha.
Tidak hanya itu, dalam dunia pendidikan dan pengajaran, ia juga kerap dipercaya mengisi kuliah di perguruan tinggi lain.
Dewa Mangku mengatakan, masuk dalam jajaran 20 besar ilmuan terbaik Indonesia versi AD Scientific 2023 adalah sesuatu yang tak pernah ia duga.
“Ini tentu di luar dugaan saya. Selama ini saya hanya fokus menulis di bidang hukum internasional dan fokus untuk internasional,” katanya, Minggu, 1/1/2023.
Dewa Mangku mengaku bangga, yapi penghargaan itu tidak membuatnya berpuas diri. Penghargaan masuk dalam 20 ilmuwan terbaik itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dalam bidang hukum, khususnya hukum internasional.
“Termasuk juga untuk menyebarkan bidang ilmu hukum internasional karena masih sangat langka di Bali, khususnya di Buleleng,” katanya.[T][Ado/*]
MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang menggelegar, sinkronisasi koreo...
SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku di Kelurahan Beng, Gianyar, Bali. Di tengah orkestrasi aroma...
TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah sudah berapa ratu...
KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang mengangkat Bahasa dan Aksara B...
JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad Yamin dan Soepomo menyampaikan pidatonya. Hari lah...
“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan, maupun perayaan hari raya....
Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung
Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang jalan desa, hingga di pusat-p...
MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun ini. Yang ramai diperbincangkan han...
INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah dan hasil keraji...
BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa. Dulu, toko buku itu selalu hidup. Lorong-lorongnya...