Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kegiatan trekking hanya berlaku bagi mereka yang memiliki jiwa petualang. Hal itu bukan tanpa alasan, karena kegiatan trekking membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang mumpuni.
Pada kesempatan kali ini akan memberikan beberapa tips yang harus dilakukan saat trekking untuk pemula. Berikut tips jitu saat trekking bagi pemula.
Manfaat Trekking Bagi Kesehatan:
1. Dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Berdasarkan dari hasil penelitian, menyebutkan bahwa kegiatan trekking memiliki khasiat yang dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Pasalnya, kegiatan trekking dilakukan dengan cara jalan kaki sehingga dapat meningkatkan fungsi jantung dan memperbaiki tekanan darah.
2. Dapat Meningkatkan Kebugaran Tubuh
Tak hanya menurukan risiko penyakit jantung, ternyata kegiatan trekking juga dapat meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan lho. Ya, terlebih di bagian otot paha, kaki bagian bawah, paha belakang, dan pinggul.
3. Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental
Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi bahwa kegiatan trekking itu tak cukup bermodalkan kekuatan fisik saja, melainkan juga mental. Itu artinya, kegiatan trekking dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang.
4. Dapat Menurunkan Berat Badan
Manfaat berikutnya yang akan kamu dapatkan dari kegiatan trekking, yakni membakar banyak kalori sehingga dapat menurunkan berat badan.
Tips Jitu Saat Trekking Bagi Pemula
1. Cari informasi tempat yang akan dituju
Dalam hal ini, kamu bisa mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait tempat dan tujuan yang akan dikunjungi. Hal ini dilakukan agar membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah, baik sebelum dan sesudah persiapan.
Kegiatan ini meliputi kebutuhan logistik, administrasi, atau peralatan lainnya. Kamu bisa mempersiapkan diri dengan baik dengan memahami banyak pengetahuan. Jika nantinya benar-benar ada sesuatu yang menjadi penghambat, maka kamu bisa mengantisipasinya dengan tepat.
2. Wajib melakukan latihan fisik
Karena akan menghadapi medan yang berat dan sulit, sebelum melakukan trekking kamu wajib melakukan latihan fisik terlebih dahulu. Untuk latihan fisik, anda bisa melakukan jogging secara rutin untuk menjaga stamina tetap terjaga.
Jangan malas-malas untuk berolahraga, karena daya tahan fisik akan menurun jika kamu malas berolahraga. Dengan berolaharga, otot-ototmu tidak akan kaget pada saat melakukan trekking nantinya.
3. Bawa barang seperlunya
Kamu tidak perlu membawa barang yang banyak untuk trekking. Bawalah barang secukupnya saja untuk kebutuhan selama trekking. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban bawaanmu selama perjalanan trekking. Kamu akan merasa kesulitan jika membawa barang terlalu banyak dan bisa menguras tenaga.
4. Membawa bekal air minum yang cukup
Pastikan kamu membawa persediaan air minum yang cukup selama melakukan trekking. Kamu juga bisa membawa persediaan air yang lebih. Hal ini bertujuan untuk membantu supaya tubuhmu tidak dehidrasi atau kekurangan cairan yang terkuras selama trekking.
Pada saat berhenti di setiap pos, usahakan untuk tidak terlalu banyak minum supaya persediaan air masih cukup hingga sampai di tempat tujuan.
5. Gunakan alas kaki yang nyaman
Hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah menggunakan alas kaku yang cocok dan nyaman. Ketika melakukan trekking, kamu tidak disarankan menggunakan sepatu sandal atau sandal jepit. Karena bisa membuat kakimu terselip batu bahkan terjatuh karena sandal licin di kaki.
Selain itu, penggunaan sandal jepit juga bisa terputus terlebih medan yang dilalui cukup sulit dan berbatu. [T/Rls/***]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...