Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
PERNAH MENDENGAR tempat asyik bernama Ampupu Kembar? Barangkali tidak banyak yang tahu, karena tempat itu masih dianggap sebagai keindahan yang tersembunyi dan tidak biasa-biasa saja. Hidden Gem in Bali.
Tapi, mari saya beritahu. Ampupu Kembar terletak di kawasan hutan Gunung Batur, tepatnya di Bukit Payang, Kecamatan Kintamani.
Ampupu Kembar, jika masuk ke situ, memang sekilas tampak biasa saja. Namun bagi para petualang, Ampupu Kembar bisa menjadi tempat petualangan alam yang harus ada dalam daftar kunjungan, apalagi untuk kalangan remaja.
Hutan ampupu atau kayu putih di kawasan pegunungan dan Danau Batur dulunya memang hutan biasa saja, tapi kini dikelola dengan baik dan memiliki daya tarik tersendiri.
Meski tersembunyi, tempat ini ternyata banyak juga yang sudah mengetahuinya. Terbukti tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari mancanegara. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di tempat ini, seperti memancing, berkemah, dan bahkan foto pre-wedding.
Lokasi destinasi wisata ini tidak terlalu sulit karena berada di pinggir jalan raya yang menghubungkan antara kawasan suci Pura Jati Batur menuju Toya Bungkah. Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh ± 1 jam dari pusat kota Singaraja, atau dari Kota Denpasar.
Akses jalan yang mudah ditempuh namun jarang diketahui orang banyak, kerap menjadikan tempat ini disebut sebagai salah satu hidden gem-nya Bali.
Letaknya yang berdekatan dengan Danau Batur membuat suasana tempat ini semakin menarik. Barisan pohon kayu putih yang rapi dan saling berhadapan serta di tengahnya dihiasi gantungan tatanan kukusan bambu warna-warni menyambut kedatangan pengunjung di Ampupu Kembar.
Tempat ini terlihat semakin indah di kala musim kemarau tiba. Meski terlihat kering, kesan hutan tandus memiliki keistimewaan tersendiri apalagi diabadikan dalam sebuah foto. Maka dari itu, sering ditemukan beberapa orang yang mengabadikan lokasi tersebut ke dalam momen penting hidup mereka, salah satunya foto pre-wedding.
Sebagai salah satu pengunjung Ampupu Kembar, Komang Yuda ,mengatakan Ampupu Kembar ini sangat cocok dijadikan tempat healing. “Di sini kita bisa merasakan suasana di pinggir Danau Batur dengan angin sepoi-sepoi dan ditemani secangkir kopi sebagai penghangat di kala kondisi cuaca yang dingin,” katanya.
Tidak hanya itu, ada banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di Ampupu Kembar. Salah satu aktivitas paling populer yang dilakukan di tempat satu ini adalah berkemah. Berkemah di pinggir danau di antara hutan pinus tentu merupakan hal yang menarik yang perlu dicoba.
Berkemah sambil berpetualangan di alam liar ini tetunya mempunyai sensasi tersendiri bagi penikmat alam. Pengelola tempat ini juga menyewakan peralatan kemah, jadi tidak usah khawatir dan tinggal sewa disini.
Selain berkemah, memancing juga termasuk aktivitas yang sering dijumpai di Ampupu Kembar. Ayo siapa yang punya hobi memancing?
Berkemah sambil memancing tentunya merupakan perpaduan petualangan yang lengkap. kawasan Danau Batur sebenarnya sangat digemari oleh para nelayan, di sini banyak sekali ikan mujair yang diolah menjadi menu mujair nyat-nyat yang sangat terkenal di daerah Kintamani.
“Tempat ini sangat keren untuk dijadikan destinasi liburan, apalagi camping sama orang tersayang, selain itu saya bisa memancing di pinggir danau dan ditemani secangkir kopi hangat,” ujar Yuda.
Untuk bisa berkunjung ke Ampupu Kembar, kita hanya perlu membayar tiket dengan harga Rp 10.000 per orang. Cukup terjangkau bukan? Dengan hanya membayar tiket itu, kita sudah bisa menikmati kawasan wisata Ampupu Kembar ini tanpa batasan waktu, tetapi jangan lupa selalu menjaga kebersihan. [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...