Papuk, Cucu dan Puisi
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
PERNAH MENDENGAR tempat asyik bernama Ampupu Kembar? Barangkali tidak banyak yang tahu, karena tempat itu masih dianggap sebagai keindahan yang tersembunyi dan tidak biasa-biasa saja. Hidden Gem in Bali.
Tapi, mari saya beritahu. Ampupu Kembar terletak di kawasan hutan Gunung Batur, tepatnya di Bukit Payang, Kecamatan Kintamani.
Ampupu Kembar, jika masuk ke situ, memang sekilas tampak biasa saja. Namun bagi para petualang, Ampupu Kembar bisa menjadi tempat petualangan alam yang harus ada dalam daftar kunjungan, apalagi untuk kalangan remaja.
Hutan ampupu atau kayu putih di kawasan pegunungan dan Danau Batur dulunya memang hutan biasa saja, tapi kini dikelola dengan baik dan memiliki daya tarik tersendiri.
Meski tersembunyi, tempat ini ternyata banyak juga yang sudah mengetahuinya. Terbukti tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari mancanegara. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di tempat ini, seperti memancing, berkemah, dan bahkan foto pre-wedding.
Lokasi destinasi wisata ini tidak terlalu sulit karena berada di pinggir jalan raya yang menghubungkan antara kawasan suci Pura Jati Batur menuju Toya Bungkah. Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh ± 1 jam dari pusat kota Singaraja, atau dari Kota Denpasar.
Akses jalan yang mudah ditempuh namun jarang diketahui orang banyak, kerap menjadikan tempat ini disebut sebagai salah satu hidden gem-nya Bali.
Letaknya yang berdekatan dengan Danau Batur membuat suasana tempat ini semakin menarik. Barisan pohon kayu putih yang rapi dan saling berhadapan serta di tengahnya dihiasi gantungan tatanan kukusan bambu warna-warni menyambut kedatangan pengunjung di Ampupu Kembar.
Tempat ini terlihat semakin indah di kala musim kemarau tiba. Meski terlihat kering, kesan hutan tandus memiliki keistimewaan tersendiri apalagi diabadikan dalam sebuah foto. Maka dari itu, sering ditemukan beberapa orang yang mengabadikan lokasi tersebut ke dalam momen penting hidup mereka, salah satunya foto pre-wedding.
Sebagai salah satu pengunjung Ampupu Kembar, Komang Yuda ,mengatakan Ampupu Kembar ini sangat cocok dijadikan tempat healing. “Di sini kita bisa merasakan suasana di pinggir Danau Batur dengan angin sepoi-sepoi dan ditemani secangkir kopi sebagai penghangat di kala kondisi cuaca yang dingin,” katanya.
Tidak hanya itu, ada banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di Ampupu Kembar. Salah satu aktivitas paling populer yang dilakukan di tempat satu ini adalah berkemah. Berkemah di pinggir danau di antara hutan pinus tentu merupakan hal yang menarik yang perlu dicoba.
Berkemah sambil berpetualangan di alam liar ini tetunya mempunyai sensasi tersendiri bagi penikmat alam. Pengelola tempat ini juga menyewakan peralatan kemah, jadi tidak usah khawatir dan tinggal sewa disini.
Selain berkemah, memancing juga termasuk aktivitas yang sering dijumpai di Ampupu Kembar. Ayo siapa yang punya hobi memancing?
Berkemah sambil memancing tentunya merupakan perpaduan petualangan yang lengkap. kawasan Danau Batur sebenarnya sangat digemari oleh para nelayan, di sini banyak sekali ikan mujair yang diolah menjadi menu mujair nyat-nyat yang sangat terkenal di daerah Kintamani.
“Tempat ini sangat keren untuk dijadikan destinasi liburan, apalagi camping sama orang tersayang, selain itu saya bisa memancing di pinggir danau dan ditemani secangkir kopi hangat,” ujar Yuda.
Untuk bisa berkunjung ke Ampupu Kembar, kita hanya perlu membayar tiket dengan harga Rp 10.000 per orang. Cukup terjangkau bukan? Dengan hanya membayar tiket itu, kita sudah bisa menikmati kawasan wisata Ampupu Kembar ini tanpa batasan waktu, tetapi jangan lupa selalu menjaga kebersihan. [T]
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
BERCERITA Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata...
PADA akhir hidup seorang manusia, dunia tidak mengenal orang yang setengah-setengah. Hitam ya hitam, putih ya putih. Pahlawan atau Penjahat. Tidak ada yang mengenal si abu-abu. Bai...
PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian. Sepinta...
SALAH satu gitaris terbaik Indonesia bahkan dunia, Wayan Balawan, akan hadir dan konser di Kupang Agustus nanti. Wayan Balawan, master tapping asal Bali, akan didampingi drummer da...
HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serenta...
BERANGGAPAN bahwa kampus adalah sebuah lembaga independen yang tidak boleh memihak kekuatan politik memang adalah sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti tidak ambil bagian dalam pr...
(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyongsong Serasehan Drama Gong yang rencananya digelar di Denpasar, 6 Agustus 2016) DI Bali, sebelum lahirnya institusi pendidikan seni dan Pesta...
ISU kesetaraan gender masih menjadi topik relevan yang dibahas melalui media verbal maupun non verbal. Tak terkecuali melalui medium seni rupa. Topik soal gender yang seolah ingin...
Judul Buku: Istana Para Kuli # Penulis: Yahya Umar # Penerbit: Salsabila – Pustaka Al-Kautsar Grup # Tebal: 229 halaman # ISBN: 978-602-1695-36-4 MADURA memiliki bentangan tanah ta...