MAKANAN INI memang legendaris dan tidak asing lagi bagi masyarakat Desa Bungkulan di Kecamatan Sawan, Buleleng. Namanya, nasi bayam.
Nasi bayam adalah perpaduan dari nasi sisa, sayur bayam, dan bumbu yang khas. Makanan ini digemari warga Desa Bungkulan, seperti warga di Banjar Satria yang menjadikan nasi bayam sebagai makanan penting dan sering dikomsumsi di berbagai kesempatan.
Nasi bayam itu sederhana, tapi punya filososi tinggi. Orang tua sering mengajarkan anak-anaknya untuk tidak membuang-buang nasi. Daripada membuang nasi sisa pada malam hari, lebih baik nasi itu disimpan untuk diolah kembali pada pagi hari besoknya.
Desak Made Swinten, salah satu warga Banjar Satria, Desa Bungkulan, mengatakan cara pembuatan nasi bayam sangatlah mudah dan bahan yang diperlukan sangat ekonomis.
Bahan yang perlu dipersiapkan adalah sayur bayam sebanyak 3 ikat dan nasi sisa sesuai kebutuhan yang diinginkan.
Siapkan juga bumbu dapur yang meliputi bawang merah 1 siung, bawang putih 2 siung, cabai kecil sebanyak 7 biji, cabai besar 1 biji atau sesuai selera, kunyit setengah siung, kencur setengah siung, kemiri 6 biji, kacang merah yang sudah di goreng 1 mangkuk kecil, terasi dan garam secukupnya.
“Semua bumbu dihaluskan,” kata Desak Made Swinten.
Langkah pertama untuk pembuatan nasi bayam yang dilakukan adalah memotong sayur bayam kecil-kecil. Setelah itu bayam direbus bersamaan dengan nasi sisa, dan tunggu agar sayur bayam matang. Setalah bayam matang langsung ditiriskan.
Selanjutnya bumbu yang sudah dihaluskan ditumis sebentar. Untuk langkah terakhir, nasi dan bayam yang sudah ditiriskan dicampur merata dengan bumbu yang sudah ditumis. Nasi bayam pun siap dihidangkan.
Nasi bayam ini mengajarkan arti sebuah kesederhanaan, serta bagaimana pemanfaatan bahan pokok makanan berupa sisa nasi untuk bisa diolah kembali menjadi masakan yang sehat, lezat dan bergizi.
Meskipun terlihat sederhana, nasi bayam ini sangat digemari masyarakat Desa Bungkulan, Dikarenakan nasi bayam ini memiliki tekstur yang lembut, serta memiliki cita rasa yang pedas, asin dan ada rasa gurih dari bumbu kacangnya.
Nasi bayam sangat cocok dimakan dengan krupuk, sehingga di setiap kunyahan dalam mulut terasa jauh lebih nikmat dan makanan ini juga membuat kita kenyang. [T].
Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga setiap sel...
GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu bukan hiasan semata, tetapi mendukun...
Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan dunia, term...
SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean pelanggan yang datang silih berganti, sejumlah pegiat media dan...
SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong tangkinya. Seperti jutaan orang Indonesia lainnya, sa...
Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan Empeg. Ritual inilah y...
DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini menimbulkan pertany...
PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang dipasang, seperti baliho. Namun, entah mengapa...
DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, Marx dan Marcu...
SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini Palembang dibakar matahari. 14 Juni 2026, tepa...