“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
TIBA-TIBA sosok besar itu berada di depanku. Aku menjerit.
“Ada apa?” tanya kekasihku. Ia kaget.
Aku tak menjawab. Tubuhku menggigil. Dan aku hanya menunjuk-nunjuk ke depan. Kekasihku kebingungan. Peristiwa seperti itu sering terjadi, dan kekasihku menganggap aku aneh.
Kekasihku akhirnya meninggalkan aku.
[][][]
AKU MELIK. Aku bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang biasa. Aku bisa merasakan sesuatu yang tidak mampu dirasakan orang lain. Aku mampu mendengar suara yang tidak terdengar oleh orang lain.
Bagiku, ini adalah kehidupan yang sulit.
Awalnya hidupku normal saja. Aku tak tahu apa itu melik. Namun tepat saat usiaku 19 tahun, aku mulai merasakan hal-hal tidak biasa di sekitarku. Aku mulai sering bermimpi aneh-aneh dan menyeramkan. Bahkan setiap malam aku ketindihan. Dan aku selalu terbangun pada jam yang sama. Jam 03.00 pagi.
“Ah paling cuma kebetulan,” kataku selalu.
Awalnya aku tidak ambil pusing. Namun peristiwa aneh menimpaku selalu, tak putus-putus.
Suatu malam, aku ketindihan lagi. Badanku tidak bisa digerakkan. Dalam mimpi aku didatangi sosok dengan wujud menyeramkan. Lidah yang panjang. Mata yang begitu besar. Dan memiliki caling yang panjang.
Sosok seram itu sedang menari-nari di depanku. Aku ingat, orang-orang menyebut sosok seperti itu dengan nama Ratu Niang Mas Mecaling,
Aku sadar bahwa itu mimpi. Awalnya sosok itu jauh di depanku. Saat aku berkedip sosok itu semakin dekat, semakin dekat, hingga sampai di depanku. Aku berusaha untuk berteriak dan menggerakan badan. Aku hendak bangun dari mimpi. Dan ketika sosok itu mengusap kepalaku, aku pun terbangun.
Setelah bangun dari mimpi aneh itu, badanku terasa lelah. Napas terasa berat seperti habis berlarian. Aku tengok jam di ponselku. Pukul 03.00 pagi.
“Kenapa ya, aku bangunnya jam tiga pagi terus?!” batinku.
Aku tak langsung tidur lagi. Aku takut jika sosok itu kembali mendatangiku. Karena takut aku terus berdoa di dalam hatiku, melafalkan bait-bait puja trisandya agar kembali tenang. Aku pun tertidur kembali.
[][][]
Matahari terbit. Ayam mulai berkokok. Aku dengan cepat bangun dari tempat tidur dan segera menceritakan mimpi yang mengerikan itu kepada ibuku.
“Bu, saya mimpi didatangi Ratu Niang Mas Mecaling tadi pagi,” kataku.
“Nggak apa, cuma mimpi, jangan dianggap serius!” sahut Ibu dengan agak ragu-ragu.
Aku kembali ke kamar dengan perasaan agak lega dan melanjutkan aktifitas. Yah, sebagai mahasiswa aku harus mengerjakan tugas-tugas kuiah yang bertumpuk-tumpuk.
Di kampus, saat mengikuti kuliah, aku tiba-tiba pusing. Aku putuskan untuk minta izin untuk tak ikut kuliah. Aku pulang dan beristirahat di rumah.
Selama satu minggu aku layaknya mayat hidup hanya terbaring di tempat tidur dengan tatapan mata yang kosong. Aku tidak bisa berjalan maupun duduk. Hidung, mulut, telingaku mengeluarkan darah pekat.
Karena tidak ada tanda-tanda sembuh, Ibu memutuskan untuk mengajakku ke rumah sakit.
“Bli, ayo antar Made ke rumah sakit. Saya takut jika terus-terusan begini, setidaknya supaya ia dapat infus, karena tak ada makanan yang masuk ke tubuhnya,” kata Ibu pada Ayah.
Dengan mobil pinjaman pamanku, aku dan keluarga pergi ke rumah sakit. Aku dimasukan ke ruang UGD. Di ruang itu aku mengikuti beberapa test, salah satu test yang aku ingat adalah test darah. Perawat menyuntikan jarum di tangan kananku dan mengambil darah untuk dites di laboratorium.
Setelah menunggu beberapa menit dokter dan perawat mendatangiku dan keluargaku. Mereka memberikan hasil test itu, dan mengatakan bahwa aku dalam keadaan normal, tidak sedang mengalami sakit apa pun dan bisa dikatakan aku sehat. Sontak keluargaku terkejut dengan pernyataan dokter,
“Dok, apa benar anak saya sehat? Anak saya sudah seminggu tidak bisa duduk, tidak bisa berjalan, bahkan mengeluarkan darah dari telinga,” kata Ibu.
Dokter menjawab dengan penuh keyakinan sambil memberikan kertas hasil test laboratorium, “Nggih, Bu, dari hasil test laboratorium anak ibu sehat, tidak mengalami sakit.” Dengan penuh keraguan dan kebingungan aku dan keluargaku pulang ke rumah. Disepakatilah untuk sementara aku dirawat di rumah saja.
[][][]
Setelah sempat dirawat di rumah, aku kemudian dibawa ke seorang balian. Aku dibopong dari mobil hingga ke tempat balian itu karena kondisiku yang masih lemas, tidak bisa duduk maupun berjalan.
Sampai di tempat balian aku dan keluargaku melakukan persembahyangan terlebih dahulu, meminta petunjuk agar menemukan titik terang untuk kesembuhanku. Tibalah giliranku untuk ditamba.
Balian itu melihatku cukup lama dan berkata, “Anak ini pernah di-tebusin, Bli?”
“Tidak pernah, Jro. Nebusin napi nggih?” kata ayahku terbata-bata
Balian itu menghela napas mengatakan bahwa aku memiliki lidah poleng yang hanya bisa dilihat secara niskala. Artinya aku melik.
“Bli, anak ini memiliki kelebihan. Hal yang menyebabkan dia sakit seperti sekarang karena dia disukai oleh makhluk halus. Segera di-tebusin, Bli, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata balian itu.
Balian itu juga menjelaskan hal-hal yang mungkin terjadi jika aku tidak segera melakukan upacara penebusan itu. Misalnya aku bisa memiliki umur pendek, kesialan dan sakit yang mungkin tidak bisa disembuhkan dengan cara medis.
Orang tuaku kemudian menyanggupi untuk melakukan upacara penebusan di Karangasem kampung halamanku, dan di Pura Dalem, dekat dengan tempatku tinggal.
Aku pun melewati berbagai prosesi penebusan, pengelukatan melik, pembersihan rumah dan pembersihan diri. Semuanya kujalani agar hal-hal yang menggangguku tidak menempel padaku. Setelah menjalani semua itu kondisiku mulai membaik tidak seperti awal ketika aku sakit, aku sudah mulai bisa berjalan, duduk bahkan memakan makanan kesukaanku.
Namun aku masih bisa melihat, mendengarkan dan merasakan hal-hal yang tidak bisa dirasakan orang lain. Aku masih bisa melihat sosok pria berbadan tinggi hitam di dekat rumahku, aku juga masih bisa mendengar hal-hal aneh seperti gerutu dan suara nafas seseorang di telingaku. Beruntung mereka, makhluk-makhluk aneh itu, hanya memperhatikanku dari jauh dan tidak menggangguku, tetapi tetap saja aku cukup sulit untuk pura-pura tidak melihat dan mengabaikannya.
Terkadang aku juga masih bermimpi hal-hal aneh. Aku bermimpi semua gigiku lepas dan mimpi itu datang dua kali dengan jangka waktu yang cukup dekat. Orang-orang percaya bahwa mimpi seperti itu adalah pertanda buruk, seperti bisa aaja dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan keluarga atau orang-orang terdekat akan meninggal.
[][][]
Dan benar saja sebulan kemudian bibi dan nenekku meninggal dalam waktu dekat. Bibiku tidak menderita sakit yang lama. Hari itu dia dibawa ke rumah sakit dan hari itu juga dia meninggal. Penyebabnya adalah diabetes dan ada komplikasi dengan jantungnya.
Sedangkan nenekku memang sudah tua dan dia meninggal dalam keadaan covid. Aku juga pernah bermimpi ada bayi yang datang kerumahku dan memanggil-manggil orang tuaku, setelah dicari-cari ibuku teringat bahwa dia pernah tidak sengaja menggugurkan kandungannya sebelum aku ada, dan belum pernah melakukan prosesi ngelungah untuk bayi keguguran. Artinya sudah 20 tahun lamanya kandungan itu belum diupacarai, janinnya belum berbentuk, wujudnya hanya darah ketika keguguran.
Agar menemukan titik terang aku keluargaku dan saudara-saudaraku mepeluasin nenekku, bibiku, dan bayi keruron ini, karena kebetulan saat itu akan ada ngaben masal di kampung halamanku Karangasem.
Saat mepeluasin hal itu dikatakan benar, bayi yang sebenarnya menjadi kakakku mengatakan dia sudah memiliki nama yaitu Bayu Neke. Saat mepeluasin itu juga dia memanggil-manggil orang tuaku meminta untuk ikut diupacarai saat pengabenan di Karangasem. Dan orangtuaku menyanggupi hal itu agar dia dapat beristirahat dengan tenang di alamnya. Aku kemudian menjalani aktivitasku seperti biasa.
Dari apa yang terjadi padaku, ada banyak hal yang dapat aku pelajari dan ketahui. Terutama ketika aku jatuh sakit. Aku mengetahui betul siapa saja yang peduli padaku dan keluargaku.
Sampai saat ini aku berusaha untuk menerima apa yang menjadi kelebihanku, sampai saat ini pun aku masih bertanya-tanya apakah pemberian ini merupakan anugerah atau kutukan untukku.
[][][]
Di kampus, ada seorang lelaki mendekatiku. Ia seorang mahasiswa yang tampan.
“Maukah kamu menjadi kekasihku?’ tanya lelaki itu.
Aku berpikir panjang untuk menjawabnya.
“Maukah kamu jadi kekasihku?” tanya lelaki itu lagi.
Aku suka pada lelaki itu. Namun aku tak bernai menjawab. Aku masih ingat kekasihku yang dulu, yang menganggap aku aneh, dan meninggalkanku begitu saja. [T]
[][][]
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...