Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
BULELENG | TATKALA.CO – Sebanyak 604 lembar ijazah Sekolah dasar (SD) dimusnahkan dengan cara dibakar di areal kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Senin, 5 Desember 2022. Dari 604 ijazah yang dibakar itu sebanyak 44 ijazah adalah ijazah salah tulis.
Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng Made Astika mengatakan lembar ijazah yang dimusnahkan itu merupakan blangko-blangko yang tidak terpakai, utamanya blanko saat proses kelulusan SD pada tahun ajaran 2021/2022.
Pemusanahan blanko Ijazah jenjang SD itu dilakukan secara simbolis di area parkir kantor Disdikpora Kabupaten Buleleng yang berjumlah 604 lembar.
Untuk tahun ajaran 2021/2022 Disdikpora Kabupaten Buleleng menerima 12.544 lembar ijazah dari Direktorat PSD Kemendikbudriset. Blanko ijazah itu kemudian didistribusikan untuk seluruh siswa SD Tahun Pelajaran 2021/2022 yang dinyatakan lulus ujian sekolah, yakni sejumlah 11. 540 lembar.
Terjadi sejumlah kesalahan dalam pengisian data-data ijazah itu sehingga ada distribusi untuk penggantian blangko ijazah yang salah tulis sejumlah 44 lembar. Selain itu juga ada sisa blangko ijazah yang masih utuh, yakni berjumlah 560 lembar.
Sehingga, total blangko ijazah yang dimusnahkan baik yang dalam keadaan utuh maupun salah tulis sejumlah 604 lembar.
Setiap tahunnya Kemendikbudristek RI memang mengirimkan blangko ijazah lebih banyak dari jumlah siswa. Hal ini sebagai cadangan jika nantinya ada terjadi kesalahan dalam penulisan nama maupun penulisan nilai.
Sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud, pemusnahan ijazah harus dilakukan oleh Unsur Disdikpora Kabupaten Buleleng dan unsur kepolisian.
"Sesuai regulasi, blangko ijazah yang tidak terpakai dan ijazah yang mengalami salah tulis memang harus dimusnahkan," kata Astika. [T][Ado]
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...