Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
“Mendalami kehidupan seperti menggali sumur, diawal-awal ketemu batu dan lumpur, hanya tatkala menggali yang dalam, baru berjumpa air jernih kedamaian” --Guru Gede Prama
SECARA PRIBADI saya sangat bersyukur atas kelahiran diri saya sebagai manusia. Betapa nikmat atas rakhmat yang telah diberikan. Mulai dari kesehatan, perasaan bahagia, dicintai oleh keluarga dan sahabat, serta dapat menikmati semua keindahan alam yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Kita terlahir sebagai manusia yang sudah dilengkapi dengan badan atau fisik yang sangat luar biasa. Manusia sungguh dianugerahi kelebihan yang sempurna. Saya akui secara berlebihan saya tak henti-hentinya menyanjung kelebihan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, karena memang faktanya sesuatu yang saya lihat luar biasa pada hari ini adalah hasil dari ciptaan manusia.
Lihat saja kapal terbang yang saya dulu kira mustahil akan ada, faktanya sekarang benda besar tersebut mampu terbang dengan baik bahkan bisa menerbangkan ratusan orang sekalipun. Betapa hebatnya manusia manusia yang mampu merancang benda terbang tersebut.
Pada catatan lainnya, manusia selain bisa menciptakan kebahagian, manusia juga bisa menciptakan kepedihan bagi dirinya sendiri. Bahkan juga bisa menciptakan kegagalan terhebat. Hal ini banyak terjadi saat manusia mulai kehilangan kepercayaan diri.
Saat manusia mulai tidak yakin akan kekuatan dan potensi yang dimiliki. Merasa malu yang berlebihan, merasa tidak bisa bangkit dari kemiskinan, dan merasa frustasi. Padahal kalau kita sungguh-sungguh yakin pada kemampuan dan keluarbiasaan manusia, apapun yang terjadi pada diri kita dapat kita atasi. Karena kita percaya bahwa “tak ada yang lebih hebat dari manusia”.
Coba lihat di luar sana! Banyak sekali hal-hal yang sulit kita percayai ternyata adalah sebuah kenyataan. Ada seseorang mahasiswa yang dulu saya kenal bapaknya penjual tahu keliling, kenyataannya bapak itu mampu menyekolahkan anaknya hingga Perguruan tinggi.
Seorang bapak lagi satu yang biasa memungut botol-botol plastik di kampus saya dulu, hebatnya bapak ini bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai ke pulau Jawa. Pulau yang banyak menyediakan pendidikan terbaik. Sungguh luar biasa bukan?
Namun, seandainya Anda mengalami kemundurun terhadap keyakinan yang Anda miliki sekarang. Saya akan mencoba memberikan cara untuk bisa mengembalikan peran Anda lagi yang sesungguhnya sebagai manusia. Terlebih dahulu, bisa kita bandingkan dengan orang yang tidak memiliki rasa percaya diri, mereka sering tak punya motivasi untuk beraksi.
Mereka harus didorong dan diberi semangat oleh orang lain untuk berbuat. Tidak punya inisiatif karena merasa minder dengan kemampuan dirinya. Namun pada akhirnya Ia akan mengetahui, keberhasilan hidup tergantung dari kuatnya usaha dan motivasi dalam diri Anda dalam mengatasi kesulitan.
Ada beberapa gagasan cemerlang untuk dapat mengembalikan kepercayaan dan semangat itu lagi, yaitu dengan bertindak dan berpikir positif. Namun yang perlu kita garis bawahi, sebaiknya janganlah berfokus pada rasa hilangnya kepercayaan diri.
Mulailah melakukan hal-hal yang memberdayakan yang dapat menuntun kita untuk meraih kepercayaan diri itu lagi. Tindakan cemerlang itu adalah sebagai berikut:
Untuk menjadi percaya kembali bahwa manusia itu hebat memanglah sulit bagi mereka yang sudah terlarut dan tenggelam dalam kepedihan. Tapi ketahuilah tidak ada yang akan menolong Anda, selain diri Anda sendiri.
Anda harus menumbuhkan keyakinan kehebatan manusia itu sedikit demi sedikit. Anda tinggal pelajari dan praktekan secara perlahan-lahan. Anda pasti akan berpikir bahwa untuk melakukan itu tak semudah apa yang saya bicarakan dan tuliskan dalam buku ini.
Tetapi ketahuilah tak ada yang lebih membahagiakan bagi Anda mengetahui apa yang kita bicarakan ini sekarang daripada nanti setelah Anda benar-benar gagal. Mulailah percaya pada diri Anda sendiri.
Tetaplah miliki semangat untuk menjalankan semua aktifitas yang membuat Anda lebih maju. Teguhkanlah hati bahwa manusia itu adalah makhluk paling yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Makhluk paling kuat dalam menghadapi tantangan. [T]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...