Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
“Mendalami kehidupan seperti menggali sumur, diawal-awal ketemu batu dan lumpur, hanya tatkala menggali yang dalam, baru berjumpa air jernih kedamaian” --Guru Gede Prama
SECARA PRIBADI saya sangat bersyukur atas kelahiran diri saya sebagai manusia. Betapa nikmat atas rakhmat yang telah diberikan. Mulai dari kesehatan, perasaan bahagia, dicintai oleh keluarga dan sahabat, serta dapat menikmati semua keindahan alam yang telah diciptakan oleh Tuhan.
Kita terlahir sebagai manusia yang sudah dilengkapi dengan badan atau fisik yang sangat luar biasa. Manusia sungguh dianugerahi kelebihan yang sempurna. Saya akui secara berlebihan saya tak henti-hentinya menyanjung kelebihan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, karena memang faktanya sesuatu yang saya lihat luar biasa pada hari ini adalah hasil dari ciptaan manusia.
Lihat saja kapal terbang yang saya dulu kira mustahil akan ada, faktanya sekarang benda besar tersebut mampu terbang dengan baik bahkan bisa menerbangkan ratusan orang sekalipun. Betapa hebatnya manusia manusia yang mampu merancang benda terbang tersebut.
Pada catatan lainnya, manusia selain bisa menciptakan kebahagian, manusia juga bisa menciptakan kepedihan bagi dirinya sendiri. Bahkan juga bisa menciptakan kegagalan terhebat. Hal ini banyak terjadi saat manusia mulai kehilangan kepercayaan diri.
Saat manusia mulai tidak yakin akan kekuatan dan potensi yang dimiliki. Merasa malu yang berlebihan, merasa tidak bisa bangkit dari kemiskinan, dan merasa frustasi. Padahal kalau kita sungguh-sungguh yakin pada kemampuan dan keluarbiasaan manusia, apapun yang terjadi pada diri kita dapat kita atasi. Karena kita percaya bahwa “tak ada yang lebih hebat dari manusia”.
Coba lihat di luar sana! Banyak sekali hal-hal yang sulit kita percayai ternyata adalah sebuah kenyataan. Ada seseorang mahasiswa yang dulu saya kenal bapaknya penjual tahu keliling, kenyataannya bapak itu mampu menyekolahkan anaknya hingga Perguruan tinggi.
Seorang bapak lagi satu yang biasa memungut botol-botol plastik di kampus saya dulu, hebatnya bapak ini bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai ke pulau Jawa. Pulau yang banyak menyediakan pendidikan terbaik. Sungguh luar biasa bukan?
Namun, seandainya Anda mengalami kemundurun terhadap keyakinan yang Anda miliki sekarang. Saya akan mencoba memberikan cara untuk bisa mengembalikan peran Anda lagi yang sesungguhnya sebagai manusia. Terlebih dahulu, bisa kita bandingkan dengan orang yang tidak memiliki rasa percaya diri, mereka sering tak punya motivasi untuk beraksi.
Mereka harus didorong dan diberi semangat oleh orang lain untuk berbuat. Tidak punya inisiatif karena merasa minder dengan kemampuan dirinya. Namun pada akhirnya Ia akan mengetahui, keberhasilan hidup tergantung dari kuatnya usaha dan motivasi dalam diri Anda dalam mengatasi kesulitan.
Ada beberapa gagasan cemerlang untuk dapat mengembalikan kepercayaan dan semangat itu lagi, yaitu dengan bertindak dan berpikir positif. Namun yang perlu kita garis bawahi, sebaiknya janganlah berfokus pada rasa hilangnya kepercayaan diri.
Mulailah melakukan hal-hal yang memberdayakan yang dapat menuntun kita untuk meraih kepercayaan diri itu lagi. Tindakan cemerlang itu adalah sebagai berikut:
Untuk menjadi percaya kembali bahwa manusia itu hebat memanglah sulit bagi mereka yang sudah terlarut dan tenggelam dalam kepedihan. Tapi ketahuilah tidak ada yang akan menolong Anda, selain diri Anda sendiri.
Anda harus menumbuhkan keyakinan kehebatan manusia itu sedikit demi sedikit. Anda tinggal pelajari dan praktekan secara perlahan-lahan. Anda pasti akan berpikir bahwa untuk melakukan itu tak semudah apa yang saya bicarakan dan tuliskan dalam buku ini.
Tetapi ketahuilah tak ada yang lebih membahagiakan bagi Anda mengetahui apa yang kita bicarakan ini sekarang daripada nanti setelah Anda benar-benar gagal. Mulailah percaya pada diri Anda sendiri.
Tetaplah miliki semangat untuk menjalankan semua aktifitas yang membuat Anda lebih maju. Teguhkanlah hati bahwa manusia itu adalah makhluk paling yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Makhluk paling kuat dalam menghadapi tantangan. [T]
RIBUAN sekaa genjek dari pelbagai penjuru di tanah Karangasem, Bali, tumpah ruah di Taman Ujung, Karangasem, Rabu (10/8/2016) siang. Ada yang datang menggunakan truk, mobil pik-up,...
PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia. Tapi, bagaimana dengan perempuan yang...
“Mama, please take this badge off of me, I can’t use it anymore.” (Knockin’ on Heaven’s Door - Bob Dylan) JAUH sebelum seniman besar pengusung musik balada itu berbicara murung pe...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) seringkali menjadi senjata tajam yang dengan segala keunikannya dapat memisahkan pasangan yang bahkan telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Karena...
Catatan Harian Sugi Lanus 10 Agustus 2016 . APA Bahasa Bali "Happy Birthday" & "Happy Anniversary"? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah "rahajeng dina otonan" dan "rahajen...
BOLEH jadi, setelah membaca tulisan ini saya menjadi cukup terkenal karena mendapat protes dari kelompok pro KKN tanpa cinlok atau cinta lokasi. Bagaimana tidak, pendapat saya just...
SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera. Padaha...
SELEBRITI artinya orang terkenal, termasyur, tersohor. Untuk menjadi terkenal, banyak hal bisa dilakukan. Jika seseorang berbuat aneh-aneh, masuk dalam kategori pemecah rekor, dia...
KULIAH Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dulu dan sekarang itu sangat jauh berbeda. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an KKN benar-benar program yang ditunggu-tunggu masyarakat desa. Mah...
Judul Buku : Badriyah # Pengarang : Ayu Weda # Penerbit : Gambang Buku Budaya # Tahun Terbit : Maret 2016 # Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman # ISBN : 978-602-6776-15-0 PEREMPUAN...