Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
SAJAK PENDEK SUKMAAN UNTUK SONIAN BARU
I. Di Jalan Titiran Bandung
di dua ruangan kamar
sangat dalam penggalian jiwa
putik-putik puisi liar mulai mekar
memenuhi rimbun pohon flamboyan
di Bandung utara dan impian gelisah
: pikiran rakyat gerbang pertama kita.
II. Di ASTI Jalan Buahbatu
di pagi dini bersandal saja
pemuda pemalu menapak hutan kota
pulang senja penuh sajak berontak
menghiasi halaman koran
kuliah teater sarana bercinta
bukan untuk menjadi aktor laga
toch sunyi teman nikmat berkuasa
III. Di Layar Rumentang Siang
di halaman gedung kesenian tua
sajak dan lakon terpapar cinta
membiru, jadi lagu priangan si jelita
plis! Segala wajah ditukar
sastra di tengah pasar berkibar.
IV. Maskawin Sajak
setajam ombak mencumbu karang
terlepas hidup sederhana
cahyanya sampai ke bintang
rawan godaan, ditepis pengasingan.
V. Dari Kampung Mitra Batik
di kampung batik Tasik lahir penyair
membungbung sonian di tengah buih
sudahkah kau tidur di butiran pesisir?
VI. Kini Bermukim Di Ciamis
sebermula dari tongkat kata-kata
50 tahun beruban dengan mawar
ziarahlah ke makam!
VII. Di Priangan Timur Sajaknya Jejak
penuh hiasan malam, kunang-kunang
meliput daratan, tak sampai lautan
kerna ombaknya sudah di sukma
VIII. Di Senja Soni Datang
sekejap kilat
putaran terang berkelana
sekeras jeritan bangau senjakala
IX. Soni di Benian Dicium Sukma
selamat datang di pulau tak bertuan
gunung, hutan, tuhannya Tuhan kita
/Bukit Padalarang, 1981-11 Agt.2020
Soni Farid Maulana adalah sastrawan sekaligus penyair Indonesia. Ia meninggal dunia, Minggu (27/11/2022) subuh di kediamannya, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat.
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...