Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
JAKARTA | TATKALA.CO -- Kini ada agency iklan yang memiliki dukungan untuk konten media yang sehat dengan bisnis yang sehat pula. Agency iklan itu adalah PT Inisiatif Digital AMSI atau disingkat IDiA.
AMSI, sebagai diketahui adalah Asosiasi Media Siber Indonesia. AMSI inilah yang membentuk ekosistem bisnis media yang sehat itu lewat agency iklan IDiA.
IDiA diluncurkan di Ballroom 1, Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu, 23 November 2022. Peluncuran agency ini dilakukan di tengah acara IDC 2022 yang digelar sejak 21 November .
Agency ini, nantinya akan memastikan media yang berada di dalamnya akan memberikan konten yang sehat dengan bisnis yang sehat pula.
Launching IDiA ini dihadiri pengurus pusat AMSI serta para ketua AMSI wilayah dari berbagai daerah di Indonesia. Event bersejarah ini pun sekaligus memberikan nuansa kebersamaan terhadap para anggota AMSI baik yang ada di kepengurusan pusat maupun di daerah.
Adapun susunan Komisaris PT Inisiatif Digital AMSI yakni, Komisaris Utama Wenseslaus Manggut, Komisaris Suwarjono, Irfan Junaidi, Wahyu Dhyatmika dan Maryadi. Untuk Direksi yakni Direktur Utama Adi Prasetya, wakil Direktur Utama Dwi Eko Lokononto dan Direktur Ismoko Wijaya.
Ketua AMSI Wenseslaus Manggut dalam sambutannya mengatakan, agency yang dilaunching merupakan jalan untuk membuat ekosistem bisnis media menjadi lebih baik. "Dari awal kita punya slogan menjadi media kita kontennya sehat dan bisnisnya sehat. Inilah bentuk realisasi dengan adanya agency yang nantinya membuat ekosistem media menjadi sehat," terangnya.
Menurut Wens, sapaan Wenseslaus Manggut, suka atau tidak suka setiap media akan masuk ke dalam ekosistem di mana persaingan yang ketat. Demikian pula halnya dengan para brand, baik nasional maupun Internasional akan menyasar ke daerah.
"Butuh wadah dan penggerak untuk bisa mengambil brand-brand tersebut. Kita ingin brand yg sehat landing di media yang berkualitas. Untuk itu ekosistemnyq harus kita bantu," tambahnya.
Lebih lanjut disebutkan, saat ini AMSI menaungi 412 media siber dari seluruh Indonesia. Tentunya, tidak bisa tunggal dalam mendapatkan bisnis bersama brand-brand tersebut. Sehingga agency adalah solusi untuk menaunginya.
"Tugas agency adalah memberikan jalan untuk menggaet brand tersebut agar landing di media yg berkualitas," kata Wens.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMSI, Wahyu Dhyatmika menambahkan, agency AMSI ini siap bekerjasama dengat berbagai pihak. Saat ini bekerjasama dengan internews lewat Ads For News yang menerapkan brands savety ketat.[T][Ado/*]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...