Luh Putu Aprilia Tri Bhuana Chi Gayatri, atlet taekwondo Buleleng membuktikan diri sebagai atlet andalan dengan mempersembahkan medali emas pertama di cabang taekwondo untuk Buleleng pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022.
Luh Putu Aprilia bertanding di Politeknik Negeri Bali, Jumat sore, 18 November 2022. turun di kelas Senior Putri Under 46 Kg, melawan atlet Gianyar Anak Agung Istri.
Aprilia bermain apik dan tidak memberikan kesempatan lawan untuk menyerang dan akhirnya unggul 2-0 atas Gianyar.
Luh Putu Aprilia, atlet taekwondo putri ini masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Fakultas Hukum dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Ilmu Sosial, Prodi Ilmu Hukum. Ia masih duduk di semester 5.
Anak kelima dari Made Sukariana ini tinggal di kawasan Kaliuntu, Jalan Ahmad Yani Singaraja. Aprilia memang atlet taekwondo penuh talenta. Dilihat dari gerakannya yang gesit dan kadang tak terduga, diyakini ia akan menjadi atlet taekwondo yang terus mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Selain perolehan emas di pertandingan hari kedua cabor Taekwondo juga menyumbangkan 3 medali perak. Tiga medali itu diperjuangkan Imanuel Cevin Nugraha Di kelas Senior Putra Under 54 kg, I Komang Gede di kelas Senior Putra Under 87 kg dan Bintang Yodisa Suta di kelas Senior Putra Under 74 kg. Satu medali perunggu juga berhasil diraih atlet Taekwondo Buleleng Erwin Stefanus Kolo di kelas Putra Over 87 kg.
Manajer Taekwondo Buleleng Gede Kusuma Adma Jaya usai pertandingan mengatakan target medali yang di pasang pada Porprov kali ini yakni 2 emas. Dia pun optimis bisa meraih target, sebab di hari terakhir pertandingan Sabtu (19/11/2022) hari ini masih ada 6 kelas pertandingan.
"Pada pertandingan Jumat, dari 6 pertandingan kami masih ada andalan 4. Ini terus kami upayakan dan maksimalkan. Meski target yang dipasang 2 emas, tetapi pribadi kami di pelatih semuanya bisa dapat emas. Mudah-mudahan bisa sesuai prediksi kami," kata Kusuma. [T][Ado/*]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...