Emas dari cabang olahraga karate bertambah untuk kontingen Kabupaten Buleleng di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022. Salah satu emas disumbangkan atlet karate Kadek Berlian Adi Pranatha, yang bertanding Rabu, 15 November 2022 di di GOR Sweca Pura Klungkung.
Kadek Berlian memang atlet karate andalan Buleleng. Sebelum maju ke Porprov 2022 ini ia memang menunjukkan trend prestasi yang terus meningkat. Menjelang Porprov, Oktober lalu, ia ikut mewakil Bali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PB FORKI yang digelar di Padang, Sumatera Barat. Saat itu ia meraih medali perunggu pada nomor under 67 kg senior putra.
Saat ini Kadek Berlian tercatat sebagai mahasiswa tingkat III di Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Bekasi, Jawa Barat. Di kampusnya ia juga kerap ikut kejuaraan karate. Dan menjelang ikut Porprov, ia ikut kejuaraan di kampusnya dan mendapatkan medali emas.
Karena mendapat medali emas itulah maka pihak kampus dengan mudah memberikannya reward berupa dispendsasi untuk bisa pulang ke Bali memperkuat tim karate Buleleng di ajang Porprov. Tapi, ia tak sepenuhnya libur. Ia diizinkan untuk mengikuti kuliah online atau daring dari Bali.
“Kira-kira sejak dua bulan saya jalani latihan,” kata Kadek Berlian Adi Pranatha.
Artinya, sembari latihan mempersiapkan diri ikut Porprov ia tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang mahasiswa dengan kuliah online. Keduanya ia jalankan dengan baik. Kuliahnya jalan, dan kini ia berhasil membuktikan diri sebagai atlet karate yang layak diperhitungkan dengan memperoleh medali emas.
Medali emas Kadek Berlian diperoleh dari nomor kumite under 67 Kg. Medali itu tak diperoleh dengan mudah. Belian harus melewati empat pertandingan sejak babak penyisihan sampai akhirnya menjadi yang terabaik.
Ia bahkan sempat berhadapan dengan atlet dari Jembrana yang merupakan peraih medali emas di PON Papua.
“Saya bertemu dengan Krisna atlet Jembrana yang juga atlet peraih emas PON. Pada saat Porprov di Tabanan saya pernah dikalahkan oleh Krisna,” kata Kadek Berlian.
Saat pertandingan melawan atlet peraih emas di PON itu Kadek Berlian seakan-akan merasa tanpa beban berat. Kalau kalah ya wajar, karena jam terbang lawan lebih banyak.
“Syukurnya saya bisa menant di pertandingan kali ini, ini membuat saya lebih percaya diri untuk pertandingan selanjutnya,” kata Kadek Berlian.
Pada Porprov 2022 ini, Kadek Berlian mengaku sudah lebih percaya diri. Tentu karena jam terbangnya selama dua tahun belakangan ini terus bertambah yang membuat kepercayaan dirinya makin besar.
Sebelum ikut Tim Karate Buleleng di Porprov 2022 ini, ia sudah dua ikut tim Buleleng pada Porprov sebelumnya. Pertama ia dapat perunggu, kedua dapat perunggu, dan kali ini ia dapat emas. Peningkatan yang luar biasa.
Selain di Porprov ia juga mengikuti sekitar 5 kali kejuaraan karate dengan hasil yang sangat memuaskan. Antara lain ikut pada kejuaraan nasional di Padang dan kejuaraan di kampusnya.
“Karena pengalaman bertanding yang semakin banyak, saat ini saya cukup percaya diri nutuk bertanding,” katanya.
Hingga Rabu, 15 November ini, secara keseluruhan Tim Karate Buleleng meraih tiga medali emas. Selain Kadek Berlian, medali emas juga disumbangkan Gusti Ayu Rahadian yang bertanding di nomor kumite under 50 kg, dan Januarta Wibawa.
Kepala pelatih tim karate Buleleng Yogi Parta, menyatakan puas dengan penampilan para atlet. Seluruh atlet menunjukkan performa yang sangat baik. Dengan kemampuan atlet saat ini yang merata di seluruh kabupaten dan hasil yang didapat oleh atlet Buleleng, ini merupakan hal yang mcenyenangkan.
“Hasil sementara belum bisa kembali menjadi juara umum, tapi saya sangat puas dengan pencapaian para atlet. Saat ini kita masih terpaut perak dan perunggu dengan denpasar, semoga besok atlet masih bisa bertanding lebih baik dan menambah raihan medali emas untuk Buleleng.” Katanya.
Pertandingan karate masih menyisakan dua pertandingan lagi, nomor kumite beregu putra dan beregu putri. Pertandingan digelar di GOR Sweca Pura Klungkung. Secara keseluruhan Tim Karate Buleleng telah meraih 11 medali, dengan rincian 3 medali emas, 3 medali perak dan 5 medali perunggu. [T][Ado/*]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...