BULELENG | TATKALA.CO – Obat tradisional adalah ramuan obat dengan bahan-bahan alami seperti daun-daunan, batang, dan akar tumbuh-tumbuhan. Namun, tetaplah waspada, karena ditemukan banyak obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) dan beredar di pasaran.
“Dari hasil pengawasan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) ternyata masih banyak bahan-bahan obat tradisional yang beredar di pasaran yang masih menggunakan BKO yang sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata Rai Gunawan, S. Farm., Apt. selaku Ketua Loka POM di Kabupaten Buleleng.
Sebagai langkah antisipasi, Badan POM menggelar sosialisasi bahaya obat tradisional mengandung bahan kimia obat, di Ruang Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop UKM) Buleleng, Senin pagi, 17 Oktober 2022.
Berdasarkan dari hasil pengawasan Badan POM dari periode 2021 sampai 2022 ditemukan sebanyak 41 item obat tradisional yang menggunakan BKO. Dan peredarannya sudah ditemukan di Kabupaten Buleleng. Salah satu penyebab dikarenakan masyarakat yang kurang paham terhadap bahayanya.
“Dari catatan kami, sudah dilakukan pengamanan terhadap 13 distributor peredaran yang menjual atau mendistribusikan obat tradisional yang mengandung BKO, dengan total nilai sebesar 29.718.000 rupiah. Tentu ini jumlah yang sangat banyak untuk daerah Buleleng,” kata Rai Gunawan.
Badan POM berharap kerjasama terus terjalin antara semua pihak dan elemen masyarakat untuk menyebarluarkan informasi bahaya obat tradisional yang mengandung BKO kepada masyarakat. “Selain itu pengawasan juga agar terus dilakukan,” kata Rai Gunawan.
Selain Rai Gunawan, sosialisasi itu juga dhadiri Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng Dewa Made Sudiarta.
Kadis Dewa Sudiarta mengatakan, upaya dari sisi pengawasan akan menjadi fokus pada kegiatan Disperindagkop UKM, bagaimana menjaga agar produk yang beredar dipasaran harus sesuai dengan perundang-undangan perlindungan konsumen.
"Tentu dalam kegiatan ini kita harus bersinergi, karena yang tau tentang kandungan apa saja yang terdapat dalam makanan adalah Loka POM, sehingga produk yang dihasilkan betul-betul sehat dan higienis," ujarnya
Pemahaman dan kesadaran pelaku usaha untuk bisa menghasilkan produk yang aman akan menjadi persoalan yang harus selalu didorong untuk diedukasi, karena dijaman dunia yang semakin cepat ini banyak pelaku usaha yang memilih memproduksi produknya dengan cara yang instan sehingga melupakan standar mutu dan kesehatan yang terkandung di dalamnya.
“Ini sudah sering kali kita ingatkan serta melakukan pembinaan terkait produk-produk yang harus sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, baik itu kondisi dan waktu kadaluarsanya sehingga tidak ada lagi konsumen yang dirugikan” katanya.
Ia juga mengharapkan kepada seluruh pelaku usaha UMKM agar bisa memahami dan memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh Loka POM sehingga nantinya betul-betul produk yang dihasilkan disamping untuk menggeliatkan ekonomi pelaku usaha juga aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. [T][Ado/*]
DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang calon wirausaha ditanya mengenai apa y...
SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali seperti sediakala?"
Pertanyaan...
PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya di Jembrana-Bali, yang telah berpulang pada 21 Januari 20...
KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi ini: hutan-hutan terbaik yang be...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja," ujar Bupati Buleleng, dr. I...
JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan akan datang orang-orang yang dan...
HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai marmer rumah mewah di kawasan elit. Suara temba...
MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA
mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata
jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta kebijakan berbe...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar. Di tengah gemuruh tabuh dan warna-warni busa...
RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramaya...