Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
menapak langkah
di geliat keringat
entahlah mengucur
atau sisakan lembab
menguap di udara, jangan sia sia
aku manusia berkalang tanah
tiada takut berganti rupa
seribu topeng sandiwara tanpa naskah
tiada ruang sembunyi bayangan teka-teki
pelepas dahaga kaum penebar kata
kosong tanpa makna.
aku sarat bertutur
kenyataan di sekujur pandang
mata nanar menghujam, bukan ilusi
bukan pendongeng
bukan pula pemain peran
berlumur tepuk tangan.
biduk tak sedang karam
hanya bersandar sejenak
pada hamparan warna melelapkan hasrat .
ada sauh bersiap mengantar ke pulau biru
di dunia yang teramat singkat
untuk mengejar peristiwa,
aku tak ingin terpenggal
juga tertinggal.
5 September 2022
berjalanlah pada terang yang membumi
semakin menepi
akan membawamu berayun
memeluk senyum mentari
menjelajah langit dengan decak terpana
indahnya keabadian mengubur renjana .
engkau tak perlu terbang
cukuplah mengupas kata dalam hening
yang panjang
telah usai menjamu seribu keinginan
yang sarat makna
bagai layang-layang
ia tak terhimpit apa pun di sekeliling
meliuk tanpa ragu
namun bersiap terjerembab dihela angin
menghunus simpul kokoh daya upaya.
jiwa yang berserak terkumpul rapi
di antara damai rupawan.
berjuta detik mengalun cerita
menjadi milikmu, kini
di antara rupa rupa yang kau sematkan
pada wajah yang tegak
membusung dada mengabarkan suka cita
telah tiba pada hamparan jiwa lepas
tak terhalang bayang.
seperti merindukan runtuhan hujan
aku tidak sedang mengurung gelap awan
menggulita sendiri.
pun aku tidak sedang menyemai musim
yang berlalu tanpa jeda..
aku tengah bermanja dengan sekumpulan pelita
berpijar menerpa barisan senyuman.
tumpah ruah harapan
menyibak awan-awan berkejaran
menghitung langkah
duhai ilusi yang membawa lagi diriku utuh
bermain bersama detak hati
bergemuruh mengabarkan kutipan besok hari
hanya diriku utuh
bergambar kerinduan lelap di hamparan semesta
tanpa batas
mengulum ribuan kata dan gurau tawa
berpeluk lengkung pelangi
melambai menjauh dari batas yang terlampau jauh
cukup diri
cukup hati
keabadian itu milikku
1 Juli 2022
kurebahkan harapan
pada langkah panjang yang terlewat begitu saja
pada bahu waktu kuterbangkan kenangan
pada angan kuselipkan ingatan
tentang engkau yang mengarahkan panah
tepat di dadaku
aku bungkam mengejar bayang
engkau berlalu membawa jelaga
yang hinggap di dasar hati .
akankah kau sembunyi di antara anak rambut
menggelapkan mata?
aku lelah menatap awan yang berkejaran
engkau di mana?
jika kau di sini
pasti kuciptakan seribu puisi
21 Januari 2021
[][][]
BACA puisi-puisi lain dari penyair Indonesia
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...