Belajar Kesetiaan dari Anjing Bali
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai keilmuannya dan siap bekerja tetapi juga menghasilkan lulusan yang mampu berdikari dengan membangun usahanya sendiri.
Dalam mendukung tercapainya tujuan tersebut pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya melakukan penyelarasan (link and match) lulusan pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan industri serta dengan masa depan yang semakin cepat mengalami perubahan.
Revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini mengharuskan mahasiswa dan lulusan memiliki kecakapan lebih dalam pemanfaatan teknologi untuk menunjang keilmuan yg ditekuninya. Disamping itu, kecepatan dalam menyelesaikan suatu masalah juga menjadi ciri khas dalam revolusi industri 4.0 ini. Mahasiswa sebagai intelektual muda harus cepat dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi.
Kebijakan “Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)” yang diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia merupakan salah satu solusi yang tepat diterapkan untuk meningkatkan kemandirian dan memberikan kebebasan kepada mahasiswa dalam mengelaborasi diri.
Mahasiswa diberikan kebebasan mengikuti kegiatan pembelajaran selama maksimum tiga semester belajar di luar program studi dan kampusnya.
Kebijakan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran yaitu:
Kegiatan tersebut dapat dilakukan mahasiswa dengan tetap dibimbing oleh dosen.
Tujuan lain Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kemendibud adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.
Program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya. Intinya tujuan dari penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka kemdikbud adalah agar mahasiswa nantinya memiliki kemampuan untuk menguasai beragam keilmuan yang berguna didunia kerja nantinya.
Dengan implementasi MBKM diharapkan lulusan perguruan tinggi dapat membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan passion yang dimilki. Lulusan tidak hanya berfokus sebagai pencari kerja.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa per Februari 2022, tingkat pengangguran di Indonesia tercatat sebesar 5,83 persen dari total penduduk usia kerja sejumlah 208,54 juta orang.
Yang mencengangkan, dari 5,83 persen tersebut hampir 14 persen adalah penduduk lulusan jenjang diploma dan sarjana (S1). Ini merupakan sebuah ironi. Penduduk yang notabene mengenyam pendidikan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak justru banyak dari mereka menganggur.
Dengan MBKM perguruan tinggi tidak lagi dianggap sebagai pencetak pengangguran intelektual. Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan mengakomodasi dan memberikan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi tambahan.
Ditjen Dikti menyatakan ukuran kemajuan perguruan tinggi adalah tercapai 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu:
Dengan ditetapkan 8 IKU sebagai indikator kemajuan perguruan tinggi, diharapkan perguruan tinggi berkompetisi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga lulusan siap berkompetisi pada tingkat nasional maupun internasional. [T]
JANGAN mengaku setia kalau belum pelihara anjing bali. Jangan mengaku pecinta anjing kalau makan daging anjing. Jangan mengaku petugas peternakan kalau kerjanya membunuh anjing sem...
MAHASISWA baru, di mana pun, mau tak mau, akan mengawali “kuliah” dengan melakukan adaptasi dan pengenalan lingkungan kampus. “Kuliah” awal itu di Indonesia biasa disebut Ospek (Or...
TANGGAL tujuh belas Agustus adalah peringatan, perayaan, dan perenungan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua orang tahu itu. Pada tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya, sej...
KALAU seseorang dinilai bicara panjang lebar tetapi tak ada isinya, lazimnya orang itu disebut mengumbar omong kosong. Orang macam begini dianggap lebih buruk tinimbang seorang pen...
KAMPUS adalah tempat kaderisasi bagi para pemimpin bangsa dan negara. Di suatu negara kita mengenal adanya pemerintahan, pada umumnya pemerintahan diselenggarakan dan dijalankan ol...
“DENGAN melewati tahapan hidup dari Sudra menuju Wesya, dari Wesya menuju Satria, dari Satria menuju Brahmana, seseorang mencapai Moksha,” guru saya pernah berucap demikian suatu h...
UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi...
ADA banyak cara merayakan Kemerdekaan. Seperti warga sekitar sungai Tukad Unda, Klungkung. Di situ, suasana 17 Agustus 2016 berbeda dari sebelumnya. Dari jembatan Tukad Unda terben...
Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku ……. TIAP kali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau mencermati teksnya, saya selalu te...
MUNGKIN banyak yang belum tahu bahwa salah satu putra Buleleng ikut berperan dalam terbentuknya Republik Indonesia. Namanya, Mr. I Gusti Ketut Pudja. Dia menjadi satu-satunya waki...