Nobel sastra tahun ini dimenangkan oleh Annie Ernaux, penulis perempuan asal Prancis. Annie lahir pada tahun 1940 di Normandy, di sebuah kota kecil Yvetot dengan latar belakang keluarga yang menjalankan toko sayur dan kafe.
Ia berjuang dari keluarga proletarian menjadi kalangan menengah dan memiliki trauma atas kelas sosial. Ia menempuh pendidikan di Rouen University dan memulai karir sebagai guru SMA. Dari tahun 1977 hingga 2000 dia adalah professor di The Centre National d’Enseignement par Correspondance.
Buku-bukunya, terutama A Man’s Place dan A Woman’s Story, menjadi sastra klasik kontemporer di Pranics. Dia memenangkan penghargaan bergengsi Prix Renaudot untuk karyanya A Man's Place ketika pertama kali terbit dalam bahasa Prancis pada tahun 1984.
Sementara edisi Bahasa Inggrisnya meraih New York Times Notable Book dan finalis untuk Los Angeles Times Book Prize. Sementara A Woman’s Story juga mendapat New York Times Notable Book.
Karya-karya Annie mengangkat cerita-cerita personal yang traumatis. Ia menelisik pengalaman dirinya sebagai inspirasi karya. Ia lebih suka disebut sebagai ethnologist bagi dirinya sendiri, alih-alih sebagai seorang sastrawan.
Sepanjang hidupnya ia telah menulis lebih dari 30 karya sastra. Karyanya L’Occupation membahas soal mitos sosial dan stereotip yang dia bongkar dari perspektif personal.
Baginya sastra adalah jalan untuk menyuarakan kebenaran dengan pisau bedah bahasa, kata-kata. Dengan kata-kata ia menelanjangi kisah-kisahnya sendiri, sebuah pendekatan personal yang mewakili dunia. Sebuah kisah yang hanya dia yang tahu untuk kemudian menjadi dunia yang diketahui bersama.
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...