Puisi-puisi Ilham Nuryadi Akbar | Doa di Tengah Hujan

Ilham Nuryadi Akbar
by Ilham Nuryadi Akbar — Agustus 27, 2022 in Puisi

Tatkala.co

HIDUP DI RAHIM BUMI

kerap kali
naluri basi dari sepercik khayalan
menyergah siapa saja menjadi latah
untuk bergaya laiknya sang kaya raya di puncak kemewahan

bukankah di bumi ini
adalah tempat segala hancur bagi yang tumbuh
merasakan malang meski untung sebanyak dedaunan
dan kehidupan adalah lorong-lorong gelap yang muskil dijalani

lihatlah
betapa dunia benar-benar menekuk mereka yang selalu tunduk
sedang yang berdasi dan hidup berekonomi tinggi
malah dipuja dengan sejadi-jadi

di bumi ini kita merengek meminta lahir
di bumi pula kita menangis sembari menyalahi takdir

Bekasi, 23 Agustus 2022

DOA DI TENGAH HUJAN

setelah semangat menandak-nandak dalam darahku
seluruh kesempatan kucari sampai mampus
tanpa peduli sisa-sisa tenaga dari tubuhku yang tambun
sedari pagi hingga malam terus berkata ampun

tatkala malam kembali datang
hujan hadir membawa rintik-rintik merdu
doa yang terbungkus dan kubawa kemana-mana
malah meronta meminta terbang ke tempatNya

sungguh aku lupa
di saat kemarau segala pinta akan layu
di tengah hujan
seluruh ingin berubah mekar

Bekasi, 23 Agustus 2022

PERTANYAAN DARI ALAM RUH

seorang anak tak pernah bertanya mengapa ia dilahirkan
tak pernah meminta agar dapat diizinkan tidur berpuluh-puluh hari
pada tempat paling nyaman di dunia bernama rahim
tidak pula mengemis untuk diberikan sebuah nama

tatkala saat lahir seorang anak telah mengemban tugas untuk merengek
demi menghadirkan gelak tawa orang-orang sekeliling
terutama perempuan dan lelaki si pemberi darah daging
semua itu adalah hal sederhana dalam teori peristiwa

bagaimana jika seseorang dari alam ruh bertanya
“Mengapa seorang anak kau paksa untuk hadir?”
dapatkah kau matangkan pertanyaan yang mentah itu
kau tak akan pernah menjadi seorang bapak atau ibu

jika memberi jawaban yang keliru

Bekasi, 23 Agustus 2022

MENGGUMULI

menggumuli setangkai mawar dengan sebaik-baiknya
juga akar-akar yang tak henti menggelebar
laiknya nikmat dari Tuhan
yang kau ucap sebagai syukur

karang di laut yang tak karam
bening embun di ujung rerumputan
semilir angin di hamparan sawah
bahkan lebah yang meminta nektar
lalu apa lagi?
hal takjub yang membuat kau percaya
bahwa Tuhan terlampau baik
bagi kau yang tergolong celaka

Bekasi, 23 Agustus 2022

_____

Baca puisi-puisi lain di tatkala.co

Puisi-puisi Ni Wayan Kristina | Lenyap, Sudut Jendela Surga
Tag: Puisi
Avatar

Ilham Nuryadi Akbar

Related Posts