Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Sering kita mendengar kata-kata dan ajakan dari sahabat, keluarga, teman, atau dari orang yang tak kita kenal, untuk selalu berpikir positif. Saking seringnya kita dengar, kadang-kadang kita jadi berpikir, seberapa penting kita berpikir positif?
Mari kita mulai dari mengenal apa itu pikiran.
Rangkaian atau proses dalam bekerja, atau dalam menyelesaikan pekerjaan, tentu saja selalu saja berawal dari proses berpikir. Ada memang beberapa kegiatan yang dilakukan secara otomatis atau reflek, tapi sebenarnya hal itu juga diawali dari proses melalui pikiran bawah sadar.
Kita menyadari muncunya banyak penyakit diawali dengan ketidakmampuan mengendalikan pikiran. Bahkan ada yang mengatakan musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, lebih tepatnya lagi adalah “pikirannya” sendiri.
Pada hakekatnya, apa yang anda pikirkan adalah apa yang akan ada dapatkan. What you think is what you get.
Atau ada istilah lain. Apa yang anda pikirkan maka tubuh akan mewujudkannya. Contohnya, ketika anda berpikir sedih, seketika anda menangis. Keluarlah air mata. Ketika anda berpikir hal-hal yang lucu, seketika anda tersenyum bahkan tertawa. Juga ketika anda mendengarkan cerita yang menyeramkan, seketika jantung anda akan meningkat denyutannya dan anda akan menjadi takut, padahal hal-hal tersebut belum tentu ada.
Di masyarakat sering saya jumpai hal-hal seperti ini. Rasa khawatir, cemas dan takut berlebihan ketika mendengarkan cerita tentang penyakit atau membaca artikel tentang penyakit tertentu. Ketika mendengar tentang penyakit, seketika orang itu merefleksikan ke dalam dirinya seolah-olah dia menderita penyakit itu.
Berpikir seperti inilah yang sering saya sampaikan ke pasien-pasien saya, bahwa tidak ada orang ingin sakit, tapi tanpa disadari orang itu berpikir sakit. Kalau itu dilakukan berulang dan terus menerus maka ada kemungkinan besar penyakit itu akan benar terjadi pada dirinya, sesuai dengan sifat pikiran.
Bisa dicoba ketika saat ini anda sehat, dan ucapkan dalam hati, “Saya sakit, saya sakit, saya sakit”. Tidak sampai seminggu bisa jadi anda memang sakit. Inilah bentuk self sugestion yang negatif. Inilah salah satu alasan kenapa banyak penyakit bersumber dari pikiran.
Jadi, untuk mendapatkan hasil yang baik mulai dari berpikir atau self suggestion yang positif.
Pikiran merupakan pusat kehidupan sehingga menjadi penting menjaga pikiran agar tetap positif, konstruktif, menggunakan logika, tidak diracuni sesuatu yang negatif karena bisa menjadi sumber masalah yang besar.
Ada saat-saat tertentu pikiran tidak bisa dikendalikan, pikiran menjelajah secara liar, tak terkendali, dan berakhir pada realitas yang kadang menjerumuskan, bermanifestasi dalam kejadian-kejadian yang tentunya tidak diharapkan.
Jika manifestasi dari buah pikiran itu baik atau positif, sudah pasti merupakan hasil dari pola berpikir yang positif dan konstruktif.
Dalam buku Thought Vibration oleh William Walker Atkinson (1862-1932) disampaikan bahwa pikiran memiliki hukum tarik menarik (law of attraction). Ketika seseorang berkeinginan yang kuat, tegas dan mantap, keinginan yang kuat adalah sama manjurnya dengan keyakinan yang kuat. Orang sukses yakin akan dirinya, dan akhirnya sukses. Dan orang yang selalu percaya bahwa dia akan gagal tak pelak akan menemui kegagalan.
Dalam hukum tarik menarik, pikiran adalah nama lain dari hukum itu, karena pikiran itu adalah nyata dan pikiran memancar ke segala arah berpadu dengan pikiran-pikiran sejenis dan menghindar dari pusat-pusat pikiran yang bertentangan. Istilahnya dalam dunia pikiran serupa menarik serupa, dan pertentangan menolak pertentangan, pikiran kita akan berbaur dengan pikiran orang lain dengan sifat yang serupa dan tanpa disadari kita akan saling menarik, cepat atau lambat akan menyatu untuk tujuan yang sama.
Dalam istilah tertentu dikatakan hanya zat-zat sama akan bisa menyatu. Jadi, sifat pikiran adalah tarik menarik seperti magnet. Kalau ingin baik, awali dengan berpikir baik. Kalau ingin sukses berpikirlah sukses, dan kalau ingin sehat, awali pula dengan berpikir sehat.
Jadi mulai saat ini awali semuanya dengan berpikir positif. [T]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...