Buleleng Terkaya di Bali, Sesungguhnyalah Tak Perlu Investor
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
Sering kita mendengar kata-kata dan ajakan dari sahabat, keluarga, teman, atau dari orang yang tak kita kenal, untuk selalu berpikir positif. Saking seringnya kita dengar, kadang-kadang kita jadi berpikir, seberapa penting kita berpikir positif?
Mari kita mulai dari mengenal apa itu pikiran.
Rangkaian atau proses dalam bekerja, atau dalam menyelesaikan pekerjaan, tentu saja selalu saja berawal dari proses berpikir. Ada memang beberapa kegiatan yang dilakukan secara otomatis atau reflek, tapi sebenarnya hal itu juga diawali dari proses melalui pikiran bawah sadar.
Kita menyadari muncunya banyak penyakit diawali dengan ketidakmampuan mengendalikan pikiran. Bahkan ada yang mengatakan musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, lebih tepatnya lagi adalah “pikirannya” sendiri.
Pada hakekatnya, apa yang anda pikirkan adalah apa yang akan ada dapatkan. What you think is what you get.
Atau ada istilah lain. Apa yang anda pikirkan maka tubuh akan mewujudkannya. Contohnya, ketika anda berpikir sedih, seketika anda menangis. Keluarlah air mata. Ketika anda berpikir hal-hal yang lucu, seketika anda tersenyum bahkan tertawa. Juga ketika anda mendengarkan cerita yang menyeramkan, seketika jantung anda akan meningkat denyutannya dan anda akan menjadi takut, padahal hal-hal tersebut belum tentu ada.
Di masyarakat sering saya jumpai hal-hal seperti ini. Rasa khawatir, cemas dan takut berlebihan ketika mendengarkan cerita tentang penyakit atau membaca artikel tentang penyakit tertentu. Ketika mendengar tentang penyakit, seketika orang itu merefleksikan ke dalam dirinya seolah-olah dia menderita penyakit itu.
Berpikir seperti inilah yang sering saya sampaikan ke pasien-pasien saya, bahwa tidak ada orang ingin sakit, tapi tanpa disadari orang itu berpikir sakit. Kalau itu dilakukan berulang dan terus menerus maka ada kemungkinan besar penyakit itu akan benar terjadi pada dirinya, sesuai dengan sifat pikiran.
Bisa dicoba ketika saat ini anda sehat, dan ucapkan dalam hati, “Saya sakit, saya sakit, saya sakit”. Tidak sampai seminggu bisa jadi anda memang sakit. Inilah bentuk self sugestion yang negatif. Inilah salah satu alasan kenapa banyak penyakit bersumber dari pikiran.
Jadi, untuk mendapatkan hasil yang baik mulai dari berpikir atau self suggestion yang positif.
Pikiran merupakan pusat kehidupan sehingga menjadi penting menjaga pikiran agar tetap positif, konstruktif, menggunakan logika, tidak diracuni sesuatu yang negatif karena bisa menjadi sumber masalah yang besar.
Ada saat-saat tertentu pikiran tidak bisa dikendalikan, pikiran menjelajah secara liar, tak terkendali, dan berakhir pada realitas yang kadang menjerumuskan, bermanifestasi dalam kejadian-kejadian yang tentunya tidak diharapkan.
Jika manifestasi dari buah pikiran itu baik atau positif, sudah pasti merupakan hasil dari pola berpikir yang positif dan konstruktif.
Dalam buku Thought Vibration oleh William Walker Atkinson (1862-1932) disampaikan bahwa pikiran memiliki hukum tarik menarik (law of attraction). Ketika seseorang berkeinginan yang kuat, tegas dan mantap, keinginan yang kuat adalah sama manjurnya dengan keyakinan yang kuat. Orang sukses yakin akan dirinya, dan akhirnya sukses. Dan orang yang selalu percaya bahwa dia akan gagal tak pelak akan menemui kegagalan.
Dalam hukum tarik menarik, pikiran adalah nama lain dari hukum itu, karena pikiran itu adalah nyata dan pikiran memancar ke segala arah berpadu dengan pikiran-pikiran sejenis dan menghindar dari pusat-pusat pikiran yang bertentangan. Istilahnya dalam dunia pikiran serupa menarik serupa, dan pertentangan menolak pertentangan, pikiran kita akan berbaur dengan pikiran orang lain dengan sifat yang serupa dan tanpa disadari kita akan saling menarik, cepat atau lambat akan menyatu untuk tujuan yang sama.
Dalam istilah tertentu dikatakan hanya zat-zat sama akan bisa menyatu. Jadi, sifat pikiran adalah tarik menarik seperti magnet. Kalau ingin baik, awali dengan berpikir baik. Kalau ingin sukses berpikirlah sukses, dan kalau ingin sehat, awali pula dengan berpikir sehat.
Jadi mulai saat ini awali semuanya dengan berpikir positif. [T]
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
INI adalah komentar seorang teman pebisnis sukses, orang Bali yang tinggal di Amerika “Orang Bali harusnya ajarkan anak-anaknya berbisnis bukan hanya sembahyang”. Dan comment yang...
WABAH Pokémon Go sepertinya sudah masuk ke ceruk kehidupan orang Bali. Di Pulau Seribu Pura ini, tentu bukan hal aneh jika sarang Pokémon banyak terdapat di Pura. Di Pura besar ata...
Cerpen: Ni Kadek Desi Nurani Sari Purnama pasah, tiga anak bajang berjalan melenggang ke arah barat tempat di mana, rusuk seorang ibu tersesat jalan pulang. Mereka kembara, membawa...
BUNGA KECOMBRANG (1 ) Pada kelopak mudaku kau temukan rasa yang enggan pergi dari tiap ujung papila Kau terbakar rasa larut dalam liur kuntum kuntumku membuat...
SALAH satu cara mengatasi kerumitan pilihan hidup dalam dunia, --- yang mana orang-orangnya kian jauh dari kesempatan untuk berbeda adalah mengikuti ke mana arah pemikiran pergi,...
"Itulah pekerjaan, saya profesional, keluarga tahu saya bekerja sebagai penari joged, tidak jual diri," KERUMUNAN tampak dari kejauhan. Iringan suara gamelan rindik berpadu dengan...
HARI sekolah tiba. Orang tua harap-harap cemas. Apakah si anak bisa berprestasi di sekolah. Jika iya tentunya membanggakan. Namun, hilangkan harapan itu. Baiknya, jangan paksa anak...
Judul: Magening # Pengarang: Wayan Jengki Sunarta # Penerbit: Kakilangit Kencana # Tahun: April 2015 # Tebal: vi, 164 halaman # ISBN: 978-602-8556-53-8 899.221 3 NOVEL Magening...
PADA suatu masa, tak terlalu lama, di negeri ini pernah ada penggemar cicak dan ada penggemar buaya, ada juga yang suka melihat ribut-ribut antara keduanya. Tapi saya sendiri lebih...