Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengukuhkan sepuluh anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) untuk bertugas pada perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2022.
Agus Suradnyana dalam sambutannya usai pengukuhan anggota paskibraka di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng Selasa (16/08) mengatakan, anggota paskibraka ini telah digembleng dan dibina oleh pelatih dan panitia. Dalam masa pelatihannya, telah ditanamkan nilai-nilai patriotisme untuk menjadikan anggota paskibraka memiliki jiwa besar dan mampu mendharma baktikan seluruh jiwa raga untuk mengisi kemerdekaan.
“Semua pemuda-pemudi di kabupaten Buleleng memiliki kesempatan menjadi paskibraka. Tugas yang akan dilaksanakan sangatlah berat namun sangat mulia. Karena adik-adik merupakan tunas-tunas bangsa, harapan bangsa dan Negara dengan menunjukkan sikap rela berkorban meluangkan waktu dan tenaga menjadi paskibraka,” ujarnya.
Tak lupa, Bupati Suradnyana mengucapkan terimakasih kepada panitia, pelatih, dan unsur terkait lainnya yang telah memberikan pembinaan kepada pasukan Paskibraka tahun 2022. Sehingga mereka siap untuk melaksanakan tugas yang diamanatkan demi berkibarnya sang merah putih tanggal 17 Agustus 2022.
Ditempat yang sama, Ketua Panitia Seleksi Paskibraka Made Astika mengungkapkan tahun ini pihaknya melakukan banyak tahapan seleksi. Termasuk seleksi untuk paskibraka tingkat provinsi. Para anggota paskibraka dilatih selama 14 hari untuk memantapkan formasi dan gerakan yang diajarkan pelatih.
“Idealnya 10 hari, namun kita manfaatkan empat harinya untuk memantapkan formasi dan gerakan yang telah ditetapkan oleh pelatih. Saya berharap penuh anak-anak paskibraka dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ungkap Made Astika yang juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng.
Sementara itu, Danton Paskibraka 2022 Putu Desta Paramita Ermawan mengaku senang dapat menyalurkan minatnya dalam baris berbaris. Selama mengikuti pembinaan, gadis asal desa Gitgit Kecamatan Sukasada ini mendapatkan banyak sekali pelajaran. Diantaranya disiplin, tepat waktu, dan berusaha mendengarkan instruksi. Meski terkendala latihan fisik karena pandemi, namun Desta bangga bisa menjadi anggota paskibraka tahun 2022. “Tujuan akhirnya adalah sukses mengibarkan dan menurunkan sang merah putih,” terang siswa SMA Negeri Bali Mandara ini.
Usai mengukuhkan anggota Paskibraka, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Sekda Gede Suyasa dan pimpinan Forkompimda melepas peserta pawai obor di Tugu Singa Ambara Raja.[T][Ado/*]
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...