17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Dokter, juru rawat dan tenaga kesehatan lainnya, kini tiba pada suntikan keempat. Mereka ditetapkan sebagai komunitas pertama untuk mendapatkan vaksin keempat atau vaksin booster Covid-19 yang keduakalinya.
Maka, sebelum menyuntik pasien, para dokter dan juru rawat harus disuntik terlebih dulu. Ciiiiiis…
Vaksin keempat atau booster kedua untuk para tenaga kesehatan memang sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada tenaga kesehatan. Sebagai penjaga garda terdepan di bidang kesehatan, terutama saat pandemi ini, para dokter dan juru rawat memang harus paling awal dibikin kebal.
Di Buleleng, Bali, misalnya, Sebanyak 1.365 tenaga kesehatan di RSUD setempat akan suntikan vaksinasi secara bergiliran selama 5 hari, dimulai Jumat, 5 Agustus 2022. Ditargetkan 200-300 tenaga kesehatan tervaksin setiap harinya.
Direktur Utama RSUD Kabupaten Buleleng dr. Putu Arya Nugraha mengatakan lonjakan kasus Covid-19 mulai muncul untuk pasien yang dirawat di RSUD Buleleng. Sehingga, harus dikonsentrasikan untuk memberikan penguatan antibodi kepada tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit.
Untuk komunitas lain, kata dr. Arya, tetap akan mendapatkan vaksin yang sama tentunya dengan kajian dan melihat perkembangan kasus lebih lanjut.
"Saat ini masih diprioritaskan untuk vaksinasi booster dua kepada tenaga kesehatan saja. Kami sangat berterimakasih kepada Pemkab Buleleng melalui Dinas Kesehatan karena sudah memfalisitasi vaksin untuk tenaga kami," katanya.
dr. Arya menyampaikan bahwa dosis untuk vaksin booster kedua ini menggunakan setengah dosis jenis moderna. Terkait ketersedian vaksin, semua kebutuhan akan dipenuhi langsung dari pemerintah. "Berapapun kita ajukan akan terpenuhi," tegasnya.
Pelaksanaan vaksinasi booster kedua ini disambut antusias dari salah satu tenaga kesehatan Kadek Edi Suarsana asal Desa Penglatan yang bertugas pada Instalasi Gizi di RSUD Buleleng.
Kadek Edi Suarsana mengatakan, vaksin booster kedua ini sangat penting dilakukan guna menguatkan imun tubuh untuk mengindari resiko terpapar khususnya untuk para Nakes yang bersentuhan langsung kepada pasien yang terpapar Covid-19.
"Astungkara selama mengikuti vaksin saya tidak pernah terpapar Covid-19," katanya. [T][Ado/*]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...