Akademisi Institut Seni Indonesia Denpasar Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn., mengatakan para perupa Bali telah sejak zaman dahulu mewariskan karya-karya yang memberikan penghargaan dan penghormatan secara emosional terhadap air.
"Toya Stilistika Rupa merupakan gaya bahasa rupa yang mengeksplorasi makna air sebagai sumber gagasan untuk mengekspresikan tentang keagungan dan keunikan karakter air sebagai sumber-sumber kehidupan," kata Gulendra di Denpasar, Jumat 1 Juli 2022.
Gulendra menyampaikan hal tersebut dalam Widyatula (sarasehan) Seni Rupa Toya Stilistika Rupa serangkaian Pesta Kesenian Bali ke-44 yang digelar secara daring dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali itu.
Ia menyebut lukisan dari para penglingsir (tetua) Bali yang menekankan penghormatan terhadap air, dapat ditemukan dalam lukisan klasik Wayang Kamasan dari Kabupaten Klungkung, Bali.
"Dalam gaya lukis Wayang Kamasan memberikan suatu pencerahan dan penghormatan terhadap air yang disebut hulu. Bagaimana air demikian disucikan dalam sebuah lukisan," ucap Gulendra yang juga telah berpameran ke sejumlah negara itu.
Wayang Kamasan yang menceritakan Pemutaran Mandara Giri, menjadi salah contoh lukisan Wayang Kamasan yang memberikan gambaran kepada masyarakat bagaimana menghormati air.
Dalam Wayang Kamasan bahkan sudah memiliki pakem tertentu, karena pesan nilai dari air itu sebagai suatu konvensi yang disepakati masyarakat secara kolektif.
Selain itu, dalam lukisan tradisional Gaya Ubud dengan judul Nawa Segara karya I Dewa Nyoman Leper, juga menjadi contoh lukisan yang mengangkat penghormatan terhadap air.
"Jadi, para pendahulu kita sesungguhnya sudah memberikan pesan agar kita tidak semena-mena menggunakan air apalagi mengeksploitasi. Bagaimana kita mengendalikan diri dalam proses pemanfaaatan air dengan baik," ujarnya.
Kemudian dalam seni rupa modern, penelusuran terhadap makna-makna air, secara individual sesuai dengan bahasa ungkap masing-masing.
"Di sana ada gaya pribadi atau gaya individu, mereka bebas berekspresi sesuai dengan fenomena yang dihadirkan oleh air," katanya.
Contoh seni rupa modern yang mengangkat perihal air dapat dijumpai dalam lukisan gaya kontemporer berjudul The Ultimate Sail karya I Wayan Kun Adnyana, lukisan berjudul Cosmic Energy Flow karya I Wayan Karja dan masih banyak lainnya.
Terkait efektif tidaknya karya seni rupa dalam menyampaikan pesan pemuliaan air, menurut Gulendra, tergantung bagaimana masyarakat mengapresiasi terhadap bahasa simbol yang ditampilkan dalam karya seni rupa.
Sebuah gambar, lanjut dia, tidak semata-mata mereka itu mentransfer apa yang dilihat oleh mata, tetapi apa yang dirasakan tentang objek, memindahkan suatu perasaan dalam suatu media.
"Jadi, mari kita apresiasi bersama sumber-sumber simbol yang telah diwariskan para penglingsir kita, termasuk para perupa modern," katanya.
Sementara itu, Drs. I Gusti Nengah Nurata, M.Sn., selaku narasumber berikutnya, banyak membahas tentang karya seni lukis modern Indonesia yang membahasarupakan perihal air.
Pendiri Nurata Fine Art Studio, Surakarta, ini memaparkan contoh-contoh karya lukis modern yang terinspirasi atau seputar keberadaan air, meliputi suasana air, karakter air, irama air, dinamika air dan energi air. Selain itu ada pula lukisan yang terinspirasi peristiwa terkait air.
Nurata menjelaskan sampel karya seni lukis modern, seperti ciptaan Lucia Hartini, Made Sumadiyasa, Endro Banyu dan Yudo Prasetyo, yang olah cipta unsur visual airnya berciri khas personal sebagai cerminan gaya bahasa/stilistika rupa personal. [T][Ado/*]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...