Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
MotoGP di sirkuit Pertamina Mandalika 2022 mendulang sukses besar. Perpaduan antara kecepatan Marc Marquez dkk serta magic si pawang hujan sukses membangun ikatan emosi yang kuat antara pembalap dengan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.
Gelaran motoGP Mandalika membuat gegap gempita dunia. Dua peristiwa besar menjadi daya tarik gelaran motoGP Mandalika setelah 25 tahun lalu di sirkuit Sentul, Bogor.
Kecelakaan Marc Marquez yang parah menjadi highligt di sesi pemanasan pagi hari. Ia terpental tinggi ke udara kemudian jatuh hampir bersamaan dengan motor RC213V ke aspal akibat mengalami highside yang fatal.
Kecelakaan sang juara dunia delapan kali itu merupakan yang keempat kalinya di Mandalika, sirkuit baru bagi semua pembalap motoGP. Sontak kecelakaan itu menjadi perhatian seluruh pencinta motoGP dunia. Cemas keselamatan sang pembalap yang pernah mengalami cedera patah tulang lengan dan gangguan mata dilophia di tahun 2020 dan 2021.
Beruntung kali ini bagi Marc Marques. Kecelakaan terparah yang pernah dialaminya tak membuatnya cedera. Ia dinyatakan mengalami gegar otak dan dinyatakan tak fit untuk mengikuti balapan. Meskipun cedera, Marc Marquez tetap menjadi magnet gelaran balapan di Mandalika.
Drama tak berhenti di sana. Jelang balapan utama motoGP tiba-tiba hujan deras mengguyur sirkuit Mandalika. Petir menyambar sirkuit. Balapan pun ditunda satu jam dari jadwal semula.
Di tengah menunggu hujan reda, tiba-tiba si pawang hujan Rara Istiani Wulandari masuk ke area sirkuit. Ia berjalan memukul cawan emas sambil melafalkan mantra.
Sontak aksinya itu mendapat perhatian dari pihak penyelenggara motoGP. Beberapa aksinya menghalau hujan di area sirkuit disorot kamera. Ia muncul di layar TV gelaran motoGP. Disaksikan puluhan ribu penonton melalui layar lebar di sirkuit dan jutaan penggemar seluruh dunia.
Aksinya itu mencuri perhatian para pembalap yang tengah menanti balapan. Si juara dunia 2021, pebalap asal Francis Fabio Quartararo tertangkap kamera menirukan aksi pawang hujan Raya menggesek bibir cawan. Sementara pembalap lainnya terheran-heran melihat atraksi pawang hujan.
Akun Twitter resmi @MotoGP juga menggunggah sekaligus memuji aksi Rara saat berusaha memindahkan hujan. “The Master,” cuit @MotoGP.
Tak lama berselang aksinya itu, percaya atau tidak percaya, hujan berangsur reda. Akun @motoGP memuji aksi pawang hujan. “It worked,” cuitnya lagi.
Balapan pun berlangsung. Pembalap asal Portugel Miguel Oliveira mencatatkan sejarah sebagai juara pertama kali di sirkuit Mandalika. Disusul oleh Fabio Quartararo kedua dan Johan Zarco ketiga.
Atraksi MotoGP
Dua peristiwa besar tersebut menjadi highlight motoGP Mandalika. Kecelakaan Marq Marques dan aksi pawang hujan Rara berhasil mengaduk-aduk emosi masyarakat Indonesia dan dunia.
Sebelum dua peristiwa heboh itu, gelaran motoGP diatur sedemikian rupa oleh Dorna sebagai penyelenggara resmi dan pihak Indoensia serta pemerintah. Sebanyak 20 pembalap top bertemu Presiden Joko Widodo, kemudian dilepas melakukan parade dari Istana Negara menuju Hotel Kempinski, di dekat Bundaran Hotel Indonesia.
Parade heboh. Sang bintang motoGP Marc Marquez melakukan aksi burnout di tengah ribuan masyarakat Jakarta yang menyambutnya. Diikuti pembalap Jack Miler dkk.
Strategi marketing Dorna sebagai penyelenggara motoGP dan pemerintah rupanya berhasil mengaduk-aduk emosi masyarakat Indonesia dan dunia. Aksi kocak para pembalap di luar dan dalam lintasan, serta pawang hujan Rara berhasil membangun ikatan emosi kuat dengan penggemar seluruh dunia.
Sukses Strategi Marketing Mix 4E
Pihak penyelenggara Dorna MotoGP memahami bahwa Indonesia merupakan salah negara pemilik sirkuit motoGP yang unik. Selain memiliki keindahan alam, kehidupan masyarakat Lombok, juga kultur yang tiada dua di dunia.
Penyelengaraan motoGP di Indonesia tidak bisa boleh biasa-biasa saja dengan cita rasa yang sama dengan gelaran seri di Eropa. Sesuatu yang unik dan beda harus disajikan. Pilihannya adalah membuat balapan dengan memadukan kecepatan dan kultur Indonesia.
Dorna dan pemerintah Indonesia rupanya berhasil menggunakan strategi marketing era 4.0 mix 4E. Strategi marketing di era disrupsi digital, milenial, dan pandemi.
Marketing 4.0 mix 4E adalah hasil dari evolusi strategi marketing 4.0 dari mix 4C (co-creation, currencies, community, dan coversation) ke marketing mix 4E (engagement, exitement, everywhere, dan evangelist).
Dalam marketing ini, engagement adalah mengubah produk motoGP yang bukan lagi sekadar adu kecepatan di lintasan namun telah menjadi interaksi atraktif antara pembalap dengan penggemar. Mereka saling sapa di media sosial. Saling repost ungahan antara pembalap dan penggemar.
Tengok saja unggahan burnout di akun @Marc Marquez adalah hasil repost dari salah satu akun penggemarnya. Atau @Aleix Espagaro yang berjanji akan memberikan motor balap dan helmnya kepada penggemar jika followersnya tembus lima juta. Atau aksi interaksi pembalap Ducati Francesco Bagnaia usai parade di Jakarta yang menyapa satu per satu pengemarnya dari balik pagar pembatas. Hubungan emosi antara pembalap dengan penggemar menjadi semakin dekat.

Ditambah lagi aksi pawang hujan Rara telah berhasil membangun antusiasme yang kuat antara pembalap dan penggemar. Pembalap merasakan hal yang unik selama di Mandalika. Melihat langsung kultur Indonesia di tengah gemerlap teknologi balap yang modern. Sementara penggemar mendapatkan suguhan aksi balap dan kocak pembalap di dalam dan luar lintasan.
Kemudian, ikatan emosi yang kuat antara antara pembalap dan penggemar, menjadikan mereka sebagai suatu komunitas yang merasakan hubungan kuat dengan Mandalika, Lombok. Penggemar secara sukarela menjadi promoters dari aksi-aksi pembalap, suasana paddock, pernak-pernik balapan di dalam dan luar lintasan. Sementara pembalap dengan suka cita menggunggah keunikan kultur Indonesia (pawang hujan), kehidupan masyarakat dan penggemar, serta keindahan alam Mandalika. Mereka semua telah menjadi evangelist yang bersedia sukarela memviralkan konten dari serba serbi balapan dan pengalamannya selama berada di Mandalika.
Rupanya strategi marketing era 4.0 mix 4E ini berhasil nyaris 100 persen. Semua momen menjadi viral. Aksi pawang hujan Rara berhasil mencuri perhatian dunia dibandingkan dengan kecelakaan Marc Marquez dan sang juara seri kedua Miguel Oliviera.
“Keberhasilan” Rara menurunkan intensitas hujan hingga gelaran motoGP dapat dilaksanakan mendapat pujian dari penyelenggara MotoGP Dorna. Melalui unggahan foto aksi heroik Rara dan video pembalap Quartararo yang menirukan aksinya, berceloteh, “Thank you for stopping the rain!,” cuit akun @motoGP.

Seri kedua motoGP di Mandalika berhasil menyita perhatian dunia. Aksi pawang hujan Rara mendapat reaksi beragam di dunia. Lihat saja, seorang bule cantik yang pernah merasakan tinggal di Indonesia, menceritakan keunikan lain kultur Indonesia selain pawang hujan.
Para pembalap motoGP rupanya merasakan ikatan emosi yang kuat dengan Mandalika, Lombok. Misalnya saja, Fabio Quartararo sebelum terbang kembali ke negaranya, menyempatkan diri membelikan ice cream kepada anak-anak di Lombok. “My Kuta Friends,” cuit Fabio di insta storie-nya.
Pembalap Aprilia Aleix Espagaro pun tak kalah heboh menjalin ikatan emosi dengan penggemarnya. Ia memberikan helm usai balapan sebagai janji jika followersnya menembus angka juta juta.
Selain menjalin hubungan dengan penggemar, Aleix rupanya benar-benar jatuh cinta dengan Mandalika, Lombok. Ia masih menyisakan waktunya untuk menikmati keindahan alam Mandalika sebelum pulang ke negaranya.
Bagi para pembalap motoGP, gelaran seri kedua Mandalika memberikannya pengalaman yang sungguh berbeda dibandingkan sirkuit lainnya di dunia. Mereka seolah berada di surga saat mentas balapan. “Last night at paradise, pizza at the pool and off to airport, ready for 30h travel to Andora. Terima kasih love u Indonesia,” cuitnya.

Sungguh menakjubkan. Sirkuit Mandalika dalam sekejap telah menyita semua perhatian pembalap dan para penggemarnya di dunia. Sirkuit ini telah menjadi berhasil menjadi brand balap motoGP yang “the one and only” di dunia. MANDALIKA SURGA BALAP DUNIA.
Sampai jumpa tahun depan!
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...