Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Perjalananku menuju Bali seperti salmon yang jauh berpindah melawan arus dari satu habitat asalnya menuju rumah baru. Di mana ia bisa mulai mencari penghidupan, menghidupi dirinya, lalu hidup bersama-sama. Tampak menyenangkan, bukan? Menonton aksi si salmon yang mengambil ancang-ancang dari sungai yang lebih rendah, melompat melawan arus sungai di atasnya. Sekali dua kali gagal, mungkin ia terus berdo’a agar segera sampai dengan masih hidup.
Ketika berenang pada arus yang lurus, aku menjadi salah satu mahasiswi angkatan corona yang ternyata tak seburuk itu setelah dipikir-pikir. Sambil kuliah online, biasanya aku juga mengerjakan hal lainnya seperti jadi panitia acara kampus tingkat jurusan ataupun fakultas. Walaupun acara yang diadakan juga online, tapi entah kenapa kami panitianya seperti harus banyak bertemu secara offline.
BACA JUGA:
Tapi saat acara berlangsung juga sebagian besar dikerjakan di rumah masing-masing. Selain itu juga, kegiatan kampus yang masih online ini juga jadi bisa disambi dengan bekerja, bertemu teman, atau pacaran dan teateran bahkan. Nanti kalau ditanya mengenai bagaimana kehidupan kuliah pasti bingung jawab karena rasanya seperti kurang belajar. Ya, begitulah realitanya, bestie.
Aku masih sangat suka mengecap beragam rasa yang hadir dalam keseharianku. Seperti datang dan bermain peran pada acara teater kampus dan beberapa kali berkolaborasi dengan Teater Kalangan pula. Dulu rasanya sangat cukup menjadi seorang aktor dan performer amatir yang kalau disuruh apa juga bisa, menurutku. Salah besar ketika aku harus hanya mengikuti arus air yang membawaku.
Dari sana kucoba lawan arus. Apa yang tak menjadi biasaku kupaksakan supaya ada sesuatu yang kiranya keluar dari dalam diriku, dan beruntungnya aku bertemu kawan-kawan di Teater Kalangan. Kawan-kawan di dalamnya sangat cukup untuk membuatku merasa sangat kecil berada di antara mereka sehingga intensitas volume suaraku ketika berbicara pun mengecil.
Hal tersebut kusadari ketika ada komunikasi-komunikasi kecil yang terjadi antara aku dan kawan-kawan Kalangan. Selain pada volume suaraku yang berubah, terdapat kesenjangan yang kurasa ternyata juga mempengaruhi caraku berbicara, intensitasku untuk berpendapat, dan gesture yang kugunakan.
BACA JUGA:
Seperti ketika berbicara pada guru di kelas, yang mana harus sangat sopan dan berhati-hati. Akupun melakukan hal yang sama, kemudian akan menjadi diriku yang seperti biasanya ketika keluar dari lingkaran tersebut. Namun kesenjangan ini tak semata-mata terjadi karena aku orang baru dalam lingkarannya saja, namun juga karena pengetahuan yang masing-masing dari kami memang berbeda sesuai praktik artistik yang dilakukan. Maka darinya berbagi satu sama lain walau kadang juga meleyot otaknya, tetap harus, setidaknya tau. Maka peranku di sini – kalau orang Jawa bilang “pupuk bawang” – saja. Ikut-ikutan dulu, maksudnya.
Lalu tersadarlah aku dan memikirkan apa yang telah kukerjakan selama ini, sejak di teater SMA hingga memasuki kepala dua kini. Overthink terhadap diri sendiri dan masih kebingungan yang sebenarnya telah kutau bagaimana cara untuk menjawabnya. Menuliskan apa saja yang ada di kepala sehingga terlihat segalanya di depan mata.
Kini kumulai kembali dengan menulis, siapa tau bisa membawaku bertemu sungai yang dengan rasa basa seperti yang ingin kucecap habis. Sejauh ini aku masih berdo’a semoga masih diberi hidup karena jadi perantau juga tak semudah dan semenyenangkan yang orang lihat. [T]
BACA JUGA:
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...