Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
saat membaca
berlembar lembar kisah
di atas bait kehidupan
bersuluh pada hening
dan hingar bingar
yang berputar pada otak,
tak jua kutemukan simpulnya
kemana kubawa lari
beribu lorong pengantar jalan lapang?
suara parau di sekeliling
juga sedu sedan tak mampu berucap
di ujung mata
aroma sesal mengekor di balik bayang
aku terdiam.
menonton lakon hidup
teramat riang
hingga tak kuasa berucap
tertinggal kata-kata
selalu begitu
hidup ini terlalu melankolis
merobek sanubari para pecundang
yang tertinggal oleh panah
melesat bagai busur
apa yang dipertanyakan?
sedang dalam diam hening
yang teramat dalam
tiada pemenang
tiada jumawa
kembali bertanya ke dasar hati
kutulis sebait kata pada kertas usang
bertajuk masa lalu
ketika dentingnya tak peduli
pada luapan pijar
melesat bagai anak-anak api
siap menghanguskan waktu
betapa kurindu pulang
ke hamparan savana
dengan aroma bunga terbakar
luruh di pelupuk mata
menuang segelas harapan
gemericik menyentuh kepala
yang kokoh tak bergeming.
hingga kini pun terantuk bagai batu
segala yang berbinar indah
mengintip di kejauhan
raut-raut wajah yang perlahan renta
berbaur dengan sekumpulan nadi
bergerak lamban
menghitung satu satu tapak kaki
yang mungkin saja masih membekas
hingga di ujung cakrawala
rinduku bergayut
pada rupa-rupa keabadian
kuyakin pasti Engkau mudah temukanku
dalam genggam semesta.
mewarnai wajahku dengan jentik jari-Mu
dengan sekelebat tangan menyilaukan
pandangan lurus di hadapan
adalah gambaran
yang bercerita tentang serat serat terurai begitu saja.
tanpa jeda
tanpa kata
Engkau mencipta ruang
Engkau menghembus titian bianglala
dalam diam Kau menyeruak segala
tak terbantah suka cita
dan tak menawar duka nestapa
dalam diam pun
Engkau meretas lentera redup bersama angan
aku hanyalah noktah
yang berdiri menunggu lembar perjalanan
dari ruang hampa berpeluk seribu kisah
semilir angin menerpa
sekumpulan jiwa
yang beringsut dalam kerling.
udara ini tak menjanjikan nafas memburu
ia hanya mengaburkan keheningan yang fana
mengais hamparan pasir di antara jejak kaki para tetua
yang nampak hanya kilatan mata tak berdosa
lahir bertubi tubi
mengaliri nadi dengan petuah penjaga pintu sorga
duhai Lelangit,
akankah Kau datang
diantarkan sahutan petir
dan hujan luruh menghentak pertiwi?
berkelebat wajah-wajah penjaga kelip cahaya
yang mengantarkan generasi berputar bagai bumi
lelahkah Ia menyapa dan memanggil satu-satu
yang terlintas di benak-Nya?
perjalanan ruh selalu membuat rindu
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...