“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
Ada yang berbeda antara ide menulis cerpen dan "idea puisika".
Ide menulis cerpen itu bisa jadi hasil olah logika, tapi "idea puisika" itu, tidak logika. Ia sebuah "bisik yang jujur", "bening", "mengharukan", sekonyong-konyong mengantar dirinya sendiri. Lalu, jadi bulat lengkap bentuk puisi ketika dituliskan.
Kalau datang "idea puisika" — ini istilahku untuk membedakannya dengan “ide biasa” — maka kesadaran kita menjadi patuh. Manut. Pikiran dan kemampuan diksi kita hanya pelayan dari "idea puisika" itu.
Jika ada orang-orang canggih menyusun kata, dan giat mempekerjakan diksi yang canggih semata, tidak menulis berdasarkan "idea puisika", maka kita tahu itu hanya igau, perbengkelan kata-kata, penyulaman dan tambal sulam yang tidak greget. Bisa memukau secara sintaksis, tapi minim rasa haru.
Datang dan munculnya "idea-masa lalu", atau “past-life-idea", datang sejujur "idea puisika".
Energi peristiwa dari masa lalu, yang datang dari kehidupan sebelumnya kita sekarang, seperti buih ombak yang tidak sepenuhnya pecah. Basah.
Sama dengan "idea puisika", kalau kita kawal dengan kemampuan riset, dan penuh patuh pada "idea puisika" itu, maka kata-kata lain akan datang mengiringi. Memberi penjelas.
Begitulah, "past-life-idea" itu, kalau muncul, kita ikuti dan jalani dengan patuh, dengan khusuk, akan mengantar pada kejutan-kejutan selanjutnya, yang akan membentuknya utuh bulat, seperti puisi yang berujung-pangkal dari "idea-puisika", selesai dengan rasa lega.
Jadi, tujuannya, ketika kita ketiban "idea-puisika" adalah mengantarnya sampai utuh bulat jadi puisi. Demikian juga perihal ketika di benak tiba-tiba berdesir muncul "idea-masa-lalu", yang datang demikian mengharukan, demikian jujurnya; hanya diperlukan kepatuhan mendengar dan mengantarkannya bulat utuh menjadi "narasi yang selesai".
"Hal-hal yang tidak selesai di masa silam" kita kawal patuh, kita dengar utuh, agar bisa terselesaikan menjadi bulat utuh di kehidupan ini.
Orang yang tidak pernah menerima dan mengalami kedatangan "idea-puisika" mungkin tidak akan pernah merasa apa yang kita rasakan sebagai hal yang masuk akal. Tidak masuk akal ada "ide di atas ide", tidak masuk akal ada "pikiran di atas pikiran". Demikianlah, "idea-masa-silam" tidak masuk akal bagi orang-orang yang tidak mengalami. Memang tidak masuk akal: Sebab tidak perlu hal itu dinalar dengan akal, hal itu juga tidak meminta untuk dimasukkan dalam akal. Jika "ide-puitika" dimasukkan ke akal, maka ia tidak akan pernah terhantar bulat utuh menjadi puisi. Ia akan mati prematur. Apa lagi kita sangkal, maka ia akan pamit. [T]
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...