Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Nyatua (bercerita) bukanlah seperti memberi dharma wacana di atas panggung. Nyatua memiliki tema, ada tokoh dan karakter yang harus diceritakan, dan kemampuan komunikasi yang baik untuk menarik perhatian penonton.
Itu dikatakan Dr. IB Rai Putra, M.Hum selaku dewan juri Wimbakara (lomba) mesatua yang diikuti kalangan ibu-ibu (paiketan krama istri) mewakili sembilan kabupaten/kota di Bali, dalam agenda Bulan Bahasa Bali IV yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Jumat (18/2/2022).
“Interaksinya jelas, apa isi cerita harus mampu disampaikan, kemudian pengucapan kata-kata, karena ini lomba Bahasa Bali harus diperhatikan, tidak boleh sembarangan, pengucapanya harus benar, baik awalan akhiran harus tepat diucapkan,” kata Rai Putra didampingi dewan juri lainya I Gede Tarmada dan Ni Komang Ari Pebriyani.
Tema, penokohan, alur cerita hingga pesan yang disampaikan masing-masing peserta lomba memang menjadi pertimbangan mutlak dalam penilaian lomba mesatua itu.
Dalam lomba itu, cerita yang dibawakan peserta sebagian besar berasal dari cerita-cerita tantri, dengan penokohan antara yang baik dan jahat. Cerita itu dihubungkan dengan tema, yakni upaya menjaga dan melestarikan ekosistem lingkungan. Hal ini sesuai dengan tema Bulan Bahasa Bali IV ‘Danu Kerthi, Gitaning Toya Ening’ yakni memuliakan air sumber pengetahuan.
Namun adapula peserta yang melenceng menyajikan satua dengan memaksakan alur cerita yang tidak ada kaitanya dengan tema air.
“ Kami mengapresiasi ada peningkatan peserta lomba dari kalangan krama istri, rata-rata cukup bagus, tidak kaku, namun ada beberapa catatan, seperti ketidaksesuaian dengan tema, pengucapan kata-kata yang kurang sesuai dengan kaidah bahasa Bali yang benar, namun secara umum penampilanya mereka cukup baik, jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ” kata Rai Putra.
Kedepan, lanjut IB Rai Putra, upaya pembinaan di daerah agar ditingkatkan. Lomba-lomba nyatua di tingkat kabupaten digairahkan lagi, sehingga muncul pembawa cerita -cerita Bali yang andal semakin banyak.
“Dalam cerita Bali sangat banyak topik yang bisa dikembangkan, terlebih ajang Bulan Bahasa Bali menjadi wadah melahirkan para pendongeng Bali yang andal, sehingga banyak orang yang berbicara tentang cerita -cerita Bali yang memiliki catatan literasi sehiangga semakin banyak membicarakan pengetahuan dan nilai -nilai keluhuran Bali tentang pelestarian dan sebagainya,” tandas Gus Rai.
Dalam lomba ini, Tim Juri akhirnya menyepakati pemenang lomba Nyatua Bali Bulan Bahasa Bali IV 2022, menempatkan Duta Krama Istri Kabupaten Badung menjadi juara I, disusul Krama Istri Kabupaten Gianyar juara II dan Krama Istri Duta Kota Denpasar meraih Juara III. [T]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...