Ajang Summer Fights digelar di Gor Segara Perancak, Kuta Utara, Bali (12/02/2022). Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, event prestisius ini berlangsung mulai pukul 14.00 - 20.00 WITA.
Berbeda dari pertandingan-pertandingan lainnya, Muay Thai diakui sebagai cabang martial art yang dalam setiap pertarungan akan dibuka dengan pertunjukan Wai Khru: sebuah tarian tradisional dari Thailand yang membawa pesan penghormatan dan sikap respek bahkan pada lawan sekalipun.
Petarung mengitari sudut-sudut ring, dan dengan gerak tubuhnya, akan meminta semacam “jalan baik” untuk pertandingannya. Wai Khru menjadi bagian yang tak kalah penting dari pertandingan itu sendiri.
"Betapapun sengitnya pertarungan di atas octagon, saya ingin orang tahu bahwa Muay Thai tetap mengajarkan dan mengedepankan rasa hormat dan rendah hati pada siapapun", ujar Marcos Manurung, promotor acara Summer Fights.
Tak tanggung-tanggung, dari 20 petarung yang berlaga, 6 di antaranya adalah petarung profesional yang sudah dikenal oleh publik tanah air. Mereka adalah Herry Winata, Rangga Babayaga, Serieal Effendy, Nur Humam, Dwi Sukarno, dan Rahman Husin.
Untuk kategori semi pro, ada Jemito, Yodenius, Zat, Laode, Mossad, Arief, Kent, Baharudin, Kadek, William, Maruli, Eko, Christian, dan Artie. Laga profesional terdiri dari 5 ronde, sedang semi profesional 3 ronde. Event ini juga menghadirkan Theodorus Ginting selaku komentator, dan juga Muay Thai Profesional Indoensia (MPI) sebagai sebuah asosiasi.
"Kami ingin mengetengahkan pertarungan-pertarungan berkelas. Tidak hanya serangan dan pertahanannya, namun juga, seperti yang sudah saya sampaikan, berkelas mentalnya. Sportifitas dan sikap respek akan menjadi tontonan bersama", lanjut Marcos.
Summer Fights digadang-gadang akan menjadi event primadona bagi para pecinta olahraga seni beladiri. Meski begitu, panitia memahami betul situasi pandemi yang masih melanda. Karenanya, selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat di sekitar arena, panitia menyediakan juga live streaming yang bisa diakses siapa saja. Para pecinta Muay Thai pun bisa menikmati jalannya acara dari rumah masing-masing. [T][*]
Setiap bertemu orang yang bertanya, “Sudah kerja? Kerja di mana sekarang?” Saya kesal. Selalu kesal. Bukan lantaran karena tak punya pekerjaan. Namun betapa bingung mesti dengan ap...
Judul Buku: Cupak Tanah – Enam Naskah Drama
Pengarang : Putu Satria Kusuma
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : xvi + 216 halaman
ISBN :978-60...
Lucu itu pembawaan, tak bisa dipaksakan. Tidak banyak orang yang fasih melucu. Kebanyakan orang gigih mencoba melucu, justru jadinya tidak lucu. Kalaupun kemudian ada yang tertawa,...
SETIAP zaman punya ciri khasnya masing-masing. Zaman kita saat ini adalah zaman ‘dunia maya’. Dan, setiap zaman selalu melahirkan sejumlah konflik. Zaman kita sekarang ini melahirk...
Bila ditanya, manakah karya sastra yang benar-benar mampu berbaur dengan segala hal, barangkali puisilah jawabannya. Sebagaimana ia diistilahkan dengan berbagai nama di setiap bida...
KETIKA ideologi komunis atau sosialis dikatakan bangkrut, lantas apa yang mendasari kedatanganku ke kuburan Karl Marx, lelaki yang identik dengan ideologi itu?
"Untuk memenuhi ras...
Bali memahami konflik dengan sangat bijaksana. Ia adalah konsep rwa binedha, pertentangan yang menjadi satu, pertentangan yang melahirkan dinamika dan keberlangsungan hidup.
Ada ru...
Judul Buku: EKSPLO(RA)SI TUBUH - ESAI-ESAI KURATORIALSENI RUPAPenulis: HardimanPenerbit: Mahima Institute IndonesiaTebal : viii + 307 ISBN : 978-602-18311-7-5 Buku Eksplo(ra)si Tub...
Judul Buku : Perempuan Tanpa Nama
Pengarang : Kadek Sonia Piscayanti
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : x + 288 halaman
ISBN :978-602-18311-...
Berbahagia sekali saya masih diberi kesempatan untuk bernapas, kemudian tadi pagi masih berak dengan lancar, dan menyusun pidato ini dengan keadaan suhu tubuh serta kejiwaan yang n...