Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Jangan kira foto-foto makro hanya bisa dihasilkan dari kamera DSLR dan lensa makro. Smartphone juga bisa menghasilkan foto makro yang menakjubkan.
Apalagi, kini, banyak kamera smartphone sudah dilengkapi fitur makro bawaan dari pabrikannya. Fitur ini membuat para pengguna smartphone bisa memotret objek dari jarak yang sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi dengan ketajaman yang tetap terjaga.
Awalnya, teknik fotografi makro ini memang khusus ditekuni oleh para pengguna kamera DSLR maupun mirrorless yang dilengkapi dengan lensa khusus makro. Namun dengan makin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, foto makro juga bisa dihasilkan hanya dengan bermodalkan kamera smartphone.
Belum pernah mencoba? Wah, sayang sekali. Sebagai pengguna smartphone sebaiknya mencoba untuk memanfaatkan fitur ini.

Inilah tips menggunakan kamera smartphone agar hasil foto-foto makro bisa menarik:
Aktifkan fitur modus “Makro” dan “HDR”
Langkah pertama, aktifkan terlebih dahulu fitur modus “Makro” dan “HDR” pada kamera smartphone. Sebenarnya hanya bermodalkan fitur tersebut, kita sudah bisa mendapatkan foto-foto makro dengan kualitas yang cukup baik. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, kita bisa menambahkan aksesori berupa lensa makro khusus untuk ponsel.
Penambahan lensa makro ini akan sangat membantu saat melakukan pemotretan objek dari jarak dekat dengan kualitas gambar yang tajam, detail, dan ukurannya sesuai dengan objek aslinya. Lensa yang harganya sangat terjangkau ini bisa dipasang dengan mudah, yakni dengan cara dijepitkan di bodi ponsel. Selain itu, saat memotret makro juga sangat disarankan meningkatkan kecerahan layar ponsel karena opsi itu akan mempermudah melihat area fokus pada foto.

Penggunaan fitur “Makro” juga memungkinkan kita untuk bisa mengatur aperture (F), kecepatan (S) dan ISO sesuai dengan keperluan. Pada fotografi makro kita cenderung menggunakan aperture dengan angka tinggi (F/12-F/22) untuk mendapatkan gambar dengan detail merata dan tajam.
Jika objek yang difoto bergerak aktif misalnya serangga, kecepatan (S) bisa diatur di angka 1/500-1/1000. Sedangkan untuk mengeksekusi serangga yang sedang terbang, pengaturan kecepatan (S) bisa lebih tinggi dari itu atau disesuaikan dengan karakter/prilaku terbang serangga tersebut. Sedangkan pengaturan ISO mengikuti F dan S sehingga foto yang dihasilkan tidak under exposure (terlalu gelap) maupun over exposure (terlalu terang).

Jangan Buru-Buru Memotret
Setelah peralatan siap, jangan buru-buru melakukan pemotretan. Terlebih dahulu, perhatikan arah cahaya. Cahaya yang berlawanan dengan kamera atau backlight, bisa menghasilkan foto yang lebih indah dan berdimensi. Namun, lensa kamera tidak boleh dihadapkan langsung ke matahari, karena hal itu akan menghasilkan foto siluet.
Ingat, saat menggunakan fitur “Makro”, jangan melakukan zooming atau perbesaran dari kamera ponsel karena kualitas foto yang dihasilkan tidak akan maksimal. Jika kita melakukan zoom, maka objek tersebut sudah tidak pada ukuran yang sebenarnya. Solusinya, dekatkan kamera sedekat mungkin dengan objek yang dipotret dengan fokus tetap terjaga. Apabila jarak kamera dengan objek terlalu dekat, maka otomatis lensa kamera tidak akan mau fokus.

Sama halnya dengan memotret menggunakan DSLR/mirrorles, kejelian memilih sudut atau angle pemotretan dan pemahaman tentang komposisi yang baik bersifat wajib dalam memotret menggunakan kamera smartphone. Maka dari itu, pahamilah seni atau segi artistik dalam fotografi agar kita dapat menghasilkan foto yang layak untuk dipamerkan.
Tentunya, tidak ada yang baku dalam hal ini karena setiap fotografer memiliki imajinasi dan kreativitas tersendiri dalam berfotografi. Dengan banyak berlatih dan rajin membuka referensi dari fotografer-fotografer yang reputasinya sudah diakui di jagat fotografi, niscaya foto-foto yang Anda hasilkan akan makin meningkat kualitasnya. [T]
BACA JUGA:
Mengabadikan Pentas Teater dalam Foto, Bermain dengan Cahaya Panggung
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...