Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Guru berprestasi memang layak dapat hadiah. Untuk itulah Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memberi penghargaan Saraswati Award untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kepada guru dan tenaga kependidikan yang berprestasi.
Penghargaan dan hadiah diberikan saat perayaan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-76 di Kabupaten Buleleng yang digelar di SMA Negeri Bali Mandara, Kamis (25/11).
“Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memacu inovasi insan pendidikan di Kabupaten Buleleng,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Made Astika.
Lomba dan penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan bekerjasama dengan PGRI Kabupaten Buleleng. Acara tersebut dibuka oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd mewakili Bupati Buleleng.
Ada sebanyak 65 orang Juara Lomba GTK Berprestasi dan Penganugerahan Saraswati Award yang menerima hadiah dan penghargaan. Hadiah dan penghargaan diserahkan oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd didampingi Ketua PGRI Buleleng, Kepala Disdikpora Buleleng, dan Ketua Dewan Pendidikan. Perayaan puncak Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-76 juga ditandai dengan pemotongan tumpeng.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Made Astika mengatakan guru sebagai tokoh sentral dalam peningkatan pendidikan nasional sudah sepantasnya mendapat penghargaan atas prestasi dan dedikasinya. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 36 ayat (1) bahwa guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Pasal 30 ayat (1) bahwa guru memiliki hak untuk mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi kerja, dedikasi luar biasa, dan atau bertugas di Daerah Khusus.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST yang dibacakan oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd mengatakan, sangat mengapresiasi kolaborasi antara dinas pendidikan pemuda dan olah raga dengan pgri kabupaten buleleng hingga acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ini dapat terselenggara dengan aman dan tertib. Selanjutnya, apresiasi juga diberikan kepada Disdikpora Kabupaten Buleleng karena telah berperan aktif dalam mendorong para guru di Kabupaten Buleleng untuk tetap berkreatifitas tanpa batas walaupun terkendala pandemi karena virus corona yang mewabah saat ini.
Lebih lanjut Bupati Suradnyana berharap peran strategis guru dalam mewujudkan SDM Indonesia unggul serta memacu kinerja dan kedisiplinan menjalankan tugas profesionalnya sebagai basis terwujudnya generasi emas indonesia tahun 2045 dapat terwujud.
Hal senada diungkapkan Sekda Suyasa. Dirinya berharap, para guru bisa eksis semangat dan optimis dan memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalankan segenap tugasnya sebagai pendidik mengingat situasi pandemi yang sangat fluktuatif dan penuh dengan ketidakpastian.
“Kami harapkan guru bisa beradaptasi terhadap segala perubahan yang terjadi. Jadikan pengalaman Covid-19 sebagai pemicu untuk lebih bersemangat dan lebih inovatif lagi. Untuk menghadapi proses pendidikan di masa yang akan datang,” harapnya.
Ia menjelaskan, guru berperan sebagai profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun karena guru hanya bisa dilaksanakan oleh yang memiliki profesi dan kompetensi itu sendiri. “Oleh karenanya, harapan besar untuk kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi kita terletak pada proses pendidikan yang pionirnya adalah guru-guru kita,” katanya. [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...