Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
Guru berprestasi memang layak dapat hadiah. Untuk itulah Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memberi penghargaan Saraswati Award untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kepada guru dan tenaga kependidikan yang berprestasi.
Penghargaan dan hadiah diberikan saat perayaan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-76 di Kabupaten Buleleng yang digelar di SMA Negeri Bali Mandara, Kamis (25/11).
“Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memacu inovasi insan pendidikan di Kabupaten Buleleng,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Made Astika.
Lomba dan penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan bekerjasama dengan PGRI Kabupaten Buleleng. Acara tersebut dibuka oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd mewakili Bupati Buleleng.
Ada sebanyak 65 orang Juara Lomba GTK Berprestasi dan Penganugerahan Saraswati Award yang menerima hadiah dan penghargaan. Hadiah dan penghargaan diserahkan oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd didampingi Ketua PGRI Buleleng, Kepala Disdikpora Buleleng, dan Ketua Dewan Pendidikan. Perayaan puncak Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-76 juga ditandai dengan pemotongan tumpeng.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Made Astika mengatakan guru sebagai tokoh sentral dalam peningkatan pendidikan nasional sudah sepantasnya mendapat penghargaan atas prestasi dan dedikasinya. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 36 ayat (1) bahwa guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Pasal 30 ayat (1) bahwa guru memiliki hak untuk mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi kerja, dedikasi luar biasa, dan atau bertugas di Daerah Khusus.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST yang dibacakan oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd mengatakan, sangat mengapresiasi kolaborasi antara dinas pendidikan pemuda dan olah raga dengan pgri kabupaten buleleng hingga acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ini dapat terselenggara dengan aman dan tertib. Selanjutnya, apresiasi juga diberikan kepada Disdikpora Kabupaten Buleleng karena telah berperan aktif dalam mendorong para guru di Kabupaten Buleleng untuk tetap berkreatifitas tanpa batas walaupun terkendala pandemi karena virus corona yang mewabah saat ini.
Lebih lanjut Bupati Suradnyana berharap peran strategis guru dalam mewujudkan SDM Indonesia unggul serta memacu kinerja dan kedisiplinan menjalankan tugas profesionalnya sebagai basis terwujudnya generasi emas indonesia tahun 2045 dapat terwujud.
Hal senada diungkapkan Sekda Suyasa. Dirinya berharap, para guru bisa eksis semangat dan optimis dan memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalankan segenap tugasnya sebagai pendidik mengingat situasi pandemi yang sangat fluktuatif dan penuh dengan ketidakpastian.
“Kami harapkan guru bisa beradaptasi terhadap segala perubahan yang terjadi. Jadikan pengalaman Covid-19 sebagai pemicu untuk lebih bersemangat dan lebih inovatif lagi. Untuk menghadapi proses pendidikan di masa yang akan datang,” harapnya.
Ia menjelaskan, guru berperan sebagai profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun karena guru hanya bisa dilaksanakan oleh yang memiliki profesi dan kompetensi itu sendiri. “Oleh karenanya, harapan besar untuk kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi kita terletak pada proses pendidikan yang pionirnya adalah guru-guru kita,” katanya. [T]
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...