Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Seorang rekan membagi ulasan tentang dashyatnya kekuatan uang mempengaruhi totalitas relung-relung kehidupan manusia. Di tingkat makro disampaikan, ambisi menguasai uang bisa meluluh-lantakkan patriotisme dan nasionalisme seorang warga negara. Nyaris secara total mengubah kerangka pikir, "code of conduct" dari kekuatan kerja “power of money”. Teman bisa jadi lawan, lawan bisa jadi teman, runtuhnya persahabatan dan bahkan sendi-sendi kehidupan keluarga. Ada " dasa muka " dari kekuatan uang, dalam masyarakat dengan ukuran serba benda, yang memerosotkan: etika, moralitas, solidaritas dan bahkan peradaban serta kebudayaan.
Dampaknya komersialisasi kehidupan terjadi di mana-mana, tanpa rasa bersalah dan tanpa rasa malu, dan dianggap oleh sebagian orang sebagai sebuah " kenormalan". Termasuk, di ruang-ruang kebijakan publik, yang semestinya tabu untuk dilakukan.
Dalam lanskap politik, kekuatan modal baca uang begitu berkuasa, sehingga kita teringat ucapan pemimpin ternama China Mao Tse Tung: kekuasaan berasal dari ujung laras senapan dan juga kekuatan dari uang, the power of money.
Dalam fenomena kehidupan seperti ini, kita dapat diingatkan oleh pemikiran tercerahkan dari negarawan, bapak pendiri India Mahatma Gandhi, kehidupan yang serba benda adalah kehidupan yang tidak bermoral, karena mengingkari sisi moralitas dan spiritualitas manusia. Akan melahirkan perbudaan (slavery) yang berasal dari keinginan yang tanpa batas, limitless wants. Perbudakan yang distimulasi oleh keinginan kebendaan ini, oleh insan-insan manusia yang pada dasarnya utama, adalah sebuah kehinaan kehidupan. Insan-insan manusia dalam menjalankan kewajibannya semestinya tidak terikat, vairagya, justru mengikatkan dirinya pada keinginan kebendaan yang tanpa batas itu. Kondisi ini dalam pandangan Mahatma Gandhi, melahirkan penderitaan (misery) bagi insan-insan manusia.
Penderitaan yang lahir dari keterikatan kehidupan yang serba benda, uang, kekuasaan dan bentuk "dasa muka" lainnya. Penderitaan yang anehnya "dinikmati", "dirayakan" bahkan dengan simbol dan wacana agama. "Penderitaan" yang dirayakan ini, merujuk pendapat Romo Mangunwijaya, rohaniwan cum sastrawan, insan-insan manusia yang dimaksud adalah pengikut atheis praktis, secara teori percaya pada Tuhan, tetapi dalam prakteknya mengabaikan secara total rujukan agama yang dianutnya. Tantangan kemanusiaan yang tidak ringan, dalam pengembangan karakter bangsa, pembangunan insan-insan manusia berbudi pekerti luhur dan kuat secara spiritual, stitha prajna.
Dalam fenomena di atas, sejarah "mengetuk" pintu kita, apakah kekuatan uang di atas akan memerosotkan peradaban, atau ancang-ancang melakukan perlawanan bersama, menyongsong era baru kebangkitan. [T]
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...