Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Kawasan wisata Mandalika, Pujut, Lombok, NTB, memasuki babak baru, dengan diresmikannya oleh Presiden Joko Widodo, Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina, Mandalika, beberapa hari lalu.
Sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, 20 November 2021, pembukaan sirkuit internasional ini, diikuti oleh kejuraan dunia Super Bike, Super Sport dan Asia Talent Cup. Diberitakan pembalap terbaik dunia, seperti: Toprak Razgatlioghi dan Scott Redding, hadir. Hotel-hotel dan losmen-losmen di kawasan Pantai Kuta Mandalika, penuh sejak tiga pekan lalu.
International events ini, menjadi momentum baru tidak saja bagi pengembangan industri pariwisata NTB., tetapi juga bagi pengembangan wisata nasional, yang begitu terpuruk akibat pandemi.
Jika disimak, strategi pengembangan pariwisata pemerintah di luar Bali, beyond Bali, menyebut beberapa; Mandalika, Borobudur, Danau Toba, Raja Ampat, trobosan kebijakan dalam bentuk program kongkrit yang telah dilakukan di Mandalika, patut diapresiasi.
Pengembangan kawasan wisata Mandalika ke depan, jika merujuk ceramah manajemen dari pakar manajeman pemasaran dunia Philips Kotler, tentang pemasaran pariwisata, di awal tahun 1990'an di sebuah hotel di kawan Legian, dihadapkan kepada dua tantangan: pertama, pengelolaan pencitraan, image management. Kedua , pengeloaan realitas, reality management.
Dalam pandanngan Kotler, pengelolaan image, pencitraan dalam rangka membangun brand, dan bahkan equity brand, harus sejalan dengan realitas yang ada. Realitas yang ada mencakup: seluruh realitas pelayananan bagi para wisatawan menginjakkan kaki pertama di Bandara Mandalika, totalitas pelayanan di semua resorts yang ada dan atau costumers services centres, sampai kembali ke bandara.
Realitas pelayanan yang dirasakan para wisatawan ini, harus cocok, tune ini dengan image yang masuk ke benak wisatawan, sebagai hasil dari image management di atas. Ketidak-cocokan antara citra dan realitas, akan berdampak serius terhadap masa depan kawasan wisata itu.
Tantangan bagi para pelaku wisata dan juga masyarakat di seputaran Mandalika: pantai Kuta Mandalika, Pujut dan sekitarnya; kemampuan beradapsi untuk merespons perubahan, dan belajar berkelanjutan dalam pengembangan budaya pelayanan.
Jika Mandalika ingin dikembangkan sebagai integrated tourist industry, beyond Bali, maka kebijakan investasi pemerintah dan kebijakan investasi swasta harus terus didorong, dengan tetap memberikan perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Bali sangat berkepentingan agar kawasan wisata Mandalika berkembang dan terus bertumbuh, yang diharapkan dapat mengurangi tekanan ruang dan tekanan kependudukan yang selama ini dihadapi Bali akibat pertumbuhan pariwisata yang relatif tidak terkandali.
Kesempatan usaha dan kesempatatan kerja yang diharapkan terus bertumbuh di Mandalika, akan memberikan kesempatan bagi para profesional pariwisata Bali bisa berkontribusi bagi pengembangan Mandalika. [T]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...