Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
“Solid dalam mendukung pembangunan di Buleleng. Tetap jaga kesehatan agar bisa melayani masyarakat dengan maksimal.”
Itu kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat membuka Turnamen Tenis Meja antar instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam rangka memperingati HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (13/11/2021).
Intinya, Bupati Agus Suradnyana mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk tetap solid. Termasuk tetap menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.
Kejuaraan tenis meja antarinstansi itu berlangsung meriah, penuh canda dalam suasan kebersamaan. “Kebersamaan seperti ini harus terus dipupuk di antara para ASN anggota KORPRI Buleleng. Jika seluruh struktur dan ASN bersatu padu, tentunya menghasilkan sesuatu yang besar dan baik,” kata Bupati.
Bupati Agus Suradnyana tampak senang dan bergembira di tengah kejuaraan itu. Menurutnya, kejuaraan olahraga antar pegawai ini sebenarnya hal kecil. Namun, bisa dikemas sekelas pertandingan besar. Walaupun para pegawai bukan seorang atlet, tapi dikemas secara serius. Bermain serius tapi diselingi dengan canda dan tawa.
“Main serius tapi santai. Hal ini bisa melepas ketegangan dari para ASN. Senin kembali lagi bekerja tentunya dengan harapan optimal dan mempersiapkan seluruh upaya pembangunan di Buleleng. Salah satunya mempersiapkan APBD 2022,” kata Bupati.
Bupati yang akan mengakhiri jabatannya pada tahun 2022 ini juga meminta kepada seluruh ASN di lingkup Pemkab Buleleng untuk berkinerja dengan baik dan benar. Segala proses pembangunan dilakukan secara hati-hati. Mulai dari proses perencanaan hingga eksekusi program agar dilakukan dengan baik. Semua itu untuk menghindari persoalan-persoalan yang muncul di kemudian hari. “Sehingga membuat kita kesusahan. Saya tekankan mohon jaga integritasnya. Kerja bersungguh-sungguh sesuai dengan mars KORPRI, bekerja tanpa pamrih,” ucap Agus Suradnyana.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Buleleng Gede Suyasa dalam laporannya menyebutkan turnamen tenis meja ini digelar untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa korsa antar anggota KORPRI di Buleleng. Meningkatkan integritas, semangat melayani, dan perekat pemersatu bangsa guna menghadapi tantangan pandemi Covid-19. “Serta menyongsong tatanan era kehidupan baru (new normal),” sebutnya.
Turnamen tenis meja serangkaian HUT ke-50 KORPRI ini diikuti oleh 40 pasang pemain dari SKPD, BUMD dan BPD Bali Cabang Singaraja. Jumlah tersebut dibagi ke dalam 14 grup dengan sistem setengah kompetisi. Para peserta akan memperebutkan empat posisi yaitu juara pertama, kedua, ketiga, dan harapan satu. “Juara akan memperoleh piagam penghargaan, trofi, dan uang pembinaan,” ungkap Suyasa.
Turnamen berlangsung selama sehari. Keluar sebagai juara pertama adalah pasangan Sekda Buleleng Gede Suyasa dan Putu Teja Lazuardi. Juara kedua direbut oleh pasangan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Made Lestariana. Peraih juara ketiga adalah pasangan Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng Ida Bagus Suadnyana dan Gede Ardika. Sedangkan juara harapan satu direbut oleh pasangan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan Komang Suendra. [T][*][Ado]
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...