Gema Pelangi di Ambara Tabanan – Nostalgia Radio pada HUT PRSSNI
17 Desember adalah Hari Ulang Tahun (HUT) PRSSNI. Awalnya memiliki kepanjangan Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia. Namun kemudian diubah menjadi Persatuan Radio Siaran S...
Sebagaimana diberitakan di medsos, Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden AS Joe Biden, Senin, 1 November 2021, di Scottish Event Campus Glasgow Skotlandia, Inggris. Pertemuan yang berkaitan dengan konferensi tingkat tinggi PBB tentang perubahan iklim COP 26.
Konferensi tingkat tinggi yang ditunggu hasilnya oleh masyarakat global, dan program aksinya, akibat dampak dari krisis perubahan begitu nyata: peningkatan intensitas bencana alam hidrologi, penurunan produktivitas di sektor pertanian dan sejumlah dampak negatif lainnya.
Dalam pertemuan di atas, Presiden Joko Widodo menyampaikan arti penting dari pengembangan ekonomi hijau, upaya Indonesia menekan emisi karbon antara melalui pengendalian kebakaran hutan dan rencana Indonesia untuk melakukan rehabilitasi hutan bakau seluas 600 ribu hektar untuk 3 tahun mendatang.
Pernyataan Presiden ini, dapat mengingatkan kembali akan arti penting strategi pembangunan yang bersahabat dengan lingkungan, didukung oleh program aksi kongkrit yang membumi berpihak kepada kepentingan rakyat dan lingkungan, serta didukung dengan penegakan hukum lingkungan yang tegas dan berwibawa.
Modernisme yang bersahabat dengan lingkungan, di era krisis perubahan iklim yang begitu nyata, mempersyaratkan antara lain:
Pertama, penyelamatan alam dan lingkungan sosialnya adalah " harga mati ", sehingga korupsi kekuasaan untuk menguasai " bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya ", menyitir rumusan pasal 33 UUD 1945 yang konon dirumuskan oleh Bapak Pendiri Bangsa Mohammad Hatta, sudah semestinya diakhiri.
Kedua, upaya serius pemerintah untuk menarik investasi, semestinya tetap diletakkan dalam konteks penyelamatan alam dan lingkungan, karena kerusakan alam dan lingkungan, menurut para pakar telah melewati ambang batas kemampuan alam untuk menjaga keseimbangannya. Pemberian "karpet merah" berlebihan kepada investor dan calon investor melalui aturan yang ada, semestinya dihentikan, karena punya potensi merusak alam lebih jauh dan lebih dalam, serta menyinggung rasa keadilan masyarakat.
Ketiga, modernisme berbasis kearifan lokal yang respek pada alam semestinya terus didorong pada masyarakat lokal dan masyarakat adat, tidak sebaliknya terus digusur dan terpinggirkan.
Kearifan lokal seperti Tri Hita Karana di Bali, dan kearifan lainnya yang ada pada masyarakat lainnya di Indonesia, diberikan landasan hukum yang kuat dan kemudian didukung dengan strategi modernisasi yang menyelamatkan mereka secara lingkungan alam fisik dan juga budaya. [T]
17 Desember adalah Hari Ulang Tahun (HUT) PRSSNI. Awalnya memiliki kepanjangan Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia. Namun kemudian diubah menjadi Persatuan Radio Siaran S...
HIDUP seperti bermain bola. Kita kejar beramai-ramai. Kita perebutkan. Kita tendang. Lalu, kembali kita kejar, dan seterusnya. Demikian sebuah pengandaian hidup dalam Geguritan Dar...
MENANTI MUSNAH Aku hampir musnah terlempar api yang memercikku dengan riciknya pijar nyala. Kujalani Titian ilahi Menelungkupkan pelaku dosa tak berdaya di hadapan tuhann...
TAK tahukah kau bahwa aku sangat mencintaimu? Ya, aku mencintamu. Sangat mencintaimu. Dan apa kau tahu yang selama ini aku inginkan? Ya, aku ingin memiliki hatimu selamanya. Aku in...
SALAH satu bangunan bersejarah di Klungkung, Bali, yang terkenal adalah Taman Kertha Gosa, terletak di jantung Kota Semarapura. Bangunan yang didirikan Kerajaan Klungkung sekitar a...
TEKHNOLOGI pengilingan padi telah muncul di kepulauan Solomon 26.000 ( dua puluh enam ribu ) tahun lalu. Walaupun bukti pembudidayaan pertanian padi yang lebih maju baru ditemukan...
DENPASAR era sebelum kemerdekaan setidaknya terdapat 2 pasar besar: Pasar Payuk dan Pasar Kreneng. Pasar Payuk adalah tempat penjualan segala macam peralatan payuk dan peralatan...
#Judul Buku: Penulis Mantra #Penulis: Dewa Putu Sahadewa #Penerbit: Dedari Foundation dan Penerbit HW Project #ISBN: 978-602-14750-4-1 Tanpa pintu, aku memasuki kenangan...
STADION Pakansari, Cibinong merah merekah. Tibalah sudah teater klimaks harapan publik Indonesia pada tim nasional sepakbola kesayangan. Musuh kuat di pelupuk mata. Tim Gajah Putih...
PASANGAN calon kepala daerah dalam event Pilkada boleh ngomong apa saja ketika mendapatkan nomor urut tertentu saat pengundian nomor urut di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yang dapa...