Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
Lahir dengan sederet kekayaan yang ada di dalamnya, Indonesia menghadirkan eksotika mulai dari alam, seni hingga kuliner. Dengan beragam keunikan yang ada, Indonesia selalu memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia. Peninggalan rempah-rempah terbaik pun menjadi salah satu harta utama khususnya di bidang kuliner.
Melalui berbagai olahan resep warisan leluhur, kini kuliner nusantara satu per satu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Perlahan dengan pengakuan kuliner nusantara di mata dunia, menjadikan pelaku industri serta masyarakat umum untuk terus melestarikannya.
Hadir dengan konsep yang mewakili kekayaan budaya Bali di setiap sudutnya, Adiwana Arkara Resort sebagai bagian dari Adiwana Hotels & Resorts menjadi sebuah boutique resort di kawasan Ubud yang aktif untuk turut melestarikan kuliner nusantara melalui restorannya yaitu Kaukau Restaurant.
Mengangkat konsep Gastronomic Nusantara Fusion, Kaukau Restaurant menghadirkan percampuran dari dua unsur bahan yang didatangkan dari laut dan daratan yang berbalut sentuhan modern serta tradisi agama hindu yang ada di Bali yaitu konsep Buana Alit dan Buana Agung.
Dengan menggandeng Adiwana Arkara Resort, Adiwana Hotels & Resorts membuka kesempatan untuk bersama-sama melestarikan warisan kuliner nusantara yang pada momen kali diwujudkan melalui sebuah Chef Competition dengan tema Nusantara Culinary.
Perlombaan diadakan pada hari Jumat, 1 Oktober 2021 pukul 14.00 hingga 16.00 di Adiwana Arkara Resort, yang diikuti oleh 11 peserta yang merupakan chef-chef profesional. Mereka adalah para chef terbaik dari seluruh unit Adiwana Hotels & Resorts, Amatara Hotels & Resorts serta Inara Hotels & Resorts. Selain sebagai bentuk upaya melanggengkan warisan kuliner nusantara, perlombaan ini juga bertujuan untuk membangun kekakraban dan kebersamaan dari seluruh chef serta tim Adiwana, Amatara, dan Inara Hotels & Resorts.
Para peserta diberikan waktu selama 2 jam untuk menghidangkan sajian Nasi Campur terbaik sesuai dengan kreasi mereka masing-masing. Nasi Campur sendiri merupakan salah salah satu masakan khas Bali yang terdiri dari nasi putih yang dihidangkan dengan berbagai lauk-pauk. Umumnya Nasi Campur disajikan dengan lauk pauk seperti ayam, telur, sayuran dan juga sate lilit yang biasanya terbuat dari ikan atau ayam.
Seusai perlombaan yang bertempat di Akasa Rooftop, acara dilanjutkan dengan beberapa rangkaian agenda seperti cocktail party dan acoustic music. Tidak lupa juga, acara ini dilengkapi dengan santap malam bersama dengan hidangan khas Kaukau Restaurant sebagai penutup dari perjalanan kuliner nusantara di Adiwana Arkara Resort.
Chef Competition yang diadakan oleh Adiwana Hotels & Resorts membentuk sebuah sinergi baik bagi internal Adiwana, Amatara, dan Inara Hotels & Resorts maupun bagi spirit industri pariwisata di Ubud dan Bali pada umumnya. Diharapkan sinergi ini dapat mengawali lebih banyak event-event khususnya di bidang kuliner ke depannya yang dapat mempercepat pemulihan pariwisata. [T][*]
___
BACA JUGA:

Wasiat Menteri Kebudayaan & Pariwisata I Gede Ardika

Menteri Pariwisata Ini Jalan-jalan di Desa, Sapa Petani dan Pelukis, Meski Tak Berkantor di Bali

Pariwisata Nusa Penida, Menunggu Bangkit dari Korona dan Sihir Konor
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...