Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
Lahir dengan sederet kekayaan yang ada di dalamnya, Indonesia menghadirkan eksotika mulai dari alam, seni hingga kuliner. Dengan beragam keunikan yang ada, Indonesia selalu memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia. Peninggalan rempah-rempah terbaik pun menjadi salah satu harta utama khususnya di bidang kuliner.
Melalui berbagai olahan resep warisan leluhur, kini kuliner nusantara satu per satu ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Perlahan dengan pengakuan kuliner nusantara di mata dunia, menjadikan pelaku industri serta masyarakat umum untuk terus melestarikannya.
Hadir dengan konsep yang mewakili kekayaan budaya Bali di setiap sudutnya, Adiwana Arkara Resort sebagai bagian dari Adiwana Hotels & Resorts menjadi sebuah boutique resort di kawasan Ubud yang aktif untuk turut melestarikan kuliner nusantara melalui restorannya yaitu Kaukau Restaurant.
Mengangkat konsep Gastronomic Nusantara Fusion, Kaukau Restaurant menghadirkan percampuran dari dua unsur bahan yang didatangkan dari laut dan daratan yang berbalut sentuhan modern serta tradisi agama hindu yang ada di Bali yaitu konsep Buana Alit dan Buana Agung.
Dengan menggandeng Adiwana Arkara Resort, Adiwana Hotels & Resorts membuka kesempatan untuk bersama-sama melestarikan warisan kuliner nusantara yang pada momen kali diwujudkan melalui sebuah Chef Competition dengan tema Nusantara Culinary.
Perlombaan diadakan pada hari Jumat, 1 Oktober 2021 pukul 14.00 hingga 16.00 di Adiwana Arkara Resort, yang diikuti oleh 11 peserta yang merupakan chef-chef profesional. Mereka adalah para chef terbaik dari seluruh unit Adiwana Hotels & Resorts, Amatara Hotels & Resorts serta Inara Hotels & Resorts. Selain sebagai bentuk upaya melanggengkan warisan kuliner nusantara, perlombaan ini juga bertujuan untuk membangun kekakraban dan kebersamaan dari seluruh chef serta tim Adiwana, Amatara, dan Inara Hotels & Resorts.
Para peserta diberikan waktu selama 2 jam untuk menghidangkan sajian Nasi Campur terbaik sesuai dengan kreasi mereka masing-masing. Nasi Campur sendiri merupakan salah salah satu masakan khas Bali yang terdiri dari nasi putih yang dihidangkan dengan berbagai lauk-pauk. Umumnya Nasi Campur disajikan dengan lauk pauk seperti ayam, telur, sayuran dan juga sate lilit yang biasanya terbuat dari ikan atau ayam.
Seusai perlombaan yang bertempat di Akasa Rooftop, acara dilanjutkan dengan beberapa rangkaian agenda seperti cocktail party dan acoustic music. Tidak lupa juga, acara ini dilengkapi dengan santap malam bersama dengan hidangan khas Kaukau Restaurant sebagai penutup dari perjalanan kuliner nusantara di Adiwana Arkara Resort.
Chef Competition yang diadakan oleh Adiwana Hotels & Resorts membentuk sebuah sinergi baik bagi internal Adiwana, Amatara, dan Inara Hotels & Resorts maupun bagi spirit industri pariwisata di Ubud dan Bali pada umumnya. Diharapkan sinergi ini dapat mengawali lebih banyak event-event khususnya di bidang kuliner ke depannya yang dapat mempercepat pemulihan pariwisata. [T][*]
___
BACA JUGA:

Wasiat Menteri Kebudayaan & Pariwisata I Gede Ardika

Menteri Pariwisata Ini Jalan-jalan di Desa, Sapa Petani dan Pelukis, Meski Tak Berkantor di Bali

Pariwisata Nusa Penida, Menunggu Bangkit dari Korona dan Sihir Konor
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...