Minikino Film Week 7, Bali International Short Film Festival (MFW7), berakhir pada Sabtu, 11 September 2021. Bertempat di Ballroom Four Star By Trans Hotel, MFW7 menutup perhelatannya dengan mengumumkan pemenang kompetisi dan peraih penghargaan film pendek terbaik untuk masing-masing kategori tahun ini.
Berkenaan dengan kondisi pandemi COVID-19, para tamu yang hadir di hari penutupan sangat dibatasi jumlahnya, namun acara penganugerahan ini disiarkan langsung di kanal YouTube Minikinoevents.
Rangkaian acara telah dimulai sejak pukul 15.00 WITA dipandu oleh candaan khas dan tarian teatrikal dari Seletan Linggis, kelompok Teater Kalangan. Kemudian, beberapa video dokumentasi suasana selama festival, hingga testimoni dari para filmmakers, relawan, penonton, dan para pendukung festival diputar untuk mengawali acara hari itu.
“Festival film selalu merupakan sebuah kolaborasi bersama banyak pihak, semuanya ikut andil membentuk kualitas festival ini. Oleh karenanya, festival ini dapat berjalan dengan baik atas dukungan dan kerjasama seluruh pihak yang terlibat,” ujar Direktur Festival Edo Wulia mengawali sambutan dari para komite inti MFW7.
Direktur Program Fransiska Prihadi juga menyatakan rasa harunya bahwa seluruh program selama festival akhirnya terselenggara dengan kondusif. “Tahun 2021 memang terasa lebih sulit untuk menyelenggarakan festival ini. Namun ketika kita semua mengusung semangat dan harapan yang sama, maka kita bisa berjuang bersama.”
Kemudian, Direktur Traveling Festival I Made Suarbawa mengatakan, sejak tahun lalu MFW selalu mengembangkan modul lokakarya yang mengiringi Pop Up Cinema ke desa-desa. “Tahun lalu kami sudah mengenalkan kepada anak-anak dan remaja tentang bagaimana membaca gambar. Sementara tahun ini kami lanjutkan tentang media baru yang bisa diproduksi dengan gadget mereka sendiri. Seiring perjalanan nanti, modul ini akan terus dikembangkan tiap tahunnya.”
Total 166 mata acara pemutaran film dan kegiatan Short Film Market berhasil diadakan di MFW7. Tercatat 1997 penonton hadir di 14 lokasi yang tersebar di seluruh pulau Bali dan sekitar 366 views acara yang disiarkan secara daring.
Secara berturut-turut, peraih penghargaan International Award untuk masing-masing kategori, antara lain, MFW7 Best Animation Short diraih oleh “Thorns and Fishbones” (sutradara: Natália Azevedo Andrade, Hungaria, 2020); MFW7 Best Audio Visual Experimental Short diraih oleh “Inside” (sutradara: Yann Chapotel, Perancis, 2020); MFW7 Best Children Short diraih oleh “Girlsboysmix” (sutradara: Lara Aerts, Belanda, 2020); MFW7 Best Documentary Short diraih oleh “Why Didn’t You Stay For Me” (sutradara: Gevers Milou, Belanda, 2020); MFW7 Best Fiction Short diraih oleh “Makassar Is A City For Football Fans” (sutradara: Khozy Rizal, Indonesia, 2020); MFW7 Programmer’s Choice diraih oleh “A Lonely Afternoon” (sutradara: Kyle Credo, Kanada, 2020). Sedangkan penghargaan tertinggi, yakni MFW Best Short Film of the Year 2021 jatuh pada “I Am Afraid to Forget Your Face” (sutradara: Sameh Alaa, Mesir, Prancis, Belgia, Qatar, 2020).
Untuk Begadang Filmmaking Competition 2021 yang terlaksana pada 23-24 Juli 2021 silam, pemenangnya ialah “Pro Cast” (sutradara: Immanuel Kurniawan, Victoria Film, Malang, Jawa Timur, 2021). Lalu untuk MFW National Competition 2021 yang memasuki tahun kedua di MFW7 ini dimenangkan oleh “Masa Depan Cerah 2040” (sutradara: Winner Wijaya, Fiksi, 2020) dengan Special Jury Mention untuk film “Chintya” (sutradara: Sesarina Puspita, Fiksi, 2019) dan “Salmiyah” (sutradara: Harryaldi Kurniawan, Dokumenter, 2019)
Sementara untuk Raoul Wallenberg Institute Asia Pacific Award at MFW7 dimenangkan oleh “The Last Breath of the Tonle Sap” (sutradara: Thomas Cristofoletti, Robin Narciso, Kamboja, 2020). Direktur Raoul Wallenberg Institute regional Asia, Jason Squire membacakan langsung pemenang Raoul Wallenberg Institute Asia Pacific Award lewat rekaman video.
Sebagai penutup, film-film pendek pemenang seperti Raoul Wallenberg Institute Asia Pacific Awards, Begadang Filmmaking Competition 2021 dan MFW Best Short Film of the Year 2021 diputar untuk disaksikan oleh penonton yang hadir. Acara diakhiri dengan pengumuman tanggal pelaksanaan Minikino Film Week 8, Bali International Short Film Festival yang jatuh pada tanggal 2-10 September 2022 mendatang.
Setiap bertemu orang yang bertanya, “Sudah kerja? Kerja di mana sekarang?” Saya kesal. Selalu kesal. Bukan lantaran karena tak punya pekerjaan. Namun betapa bingung mesti dengan ap...
Judul Buku: Cupak Tanah – Enam Naskah Drama
Pengarang : Putu Satria Kusuma
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : xvi + 216 halaman
ISBN :978-60...
Lucu itu pembawaan, tak bisa dipaksakan. Tidak banyak orang yang fasih melucu. Kebanyakan orang gigih mencoba melucu, justru jadinya tidak lucu. Kalaupun kemudian ada yang tertawa,...
SETIAP zaman punya ciri khasnya masing-masing. Zaman kita saat ini adalah zaman ‘dunia maya’. Dan, setiap zaman selalu melahirkan sejumlah konflik. Zaman kita sekarang ini melahirk...
Bila ditanya, manakah karya sastra yang benar-benar mampu berbaur dengan segala hal, barangkali puisilah jawabannya. Sebagaimana ia diistilahkan dengan berbagai nama di setiap bida...
KETIKA ideologi komunis atau sosialis dikatakan bangkrut, lantas apa yang mendasari kedatanganku ke kuburan Karl Marx, lelaki yang identik dengan ideologi itu?
"Untuk memenuhi ras...
Bali memahami konflik dengan sangat bijaksana. Ia adalah konsep rwa binedha, pertentangan yang menjadi satu, pertentangan yang melahirkan dinamika dan keberlangsungan hidup.
Ada ru...
Judul Buku: EKSPLO(RA)SI TUBUH - ESAI-ESAI KURATORIALSENI RUPAPenulis: HardimanPenerbit: Mahima Institute IndonesiaTebal : viii + 307 ISBN : 978-602-18311-7-5 Buku Eksplo(ra)si Tub...
Judul Buku : Perempuan Tanpa Nama
Pengarang : Kadek Sonia Piscayanti
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : x + 288 halaman
ISBN :978-602-18311-...
Berbahagia sekali saya masih diberi kesempatan untuk bernapas, kemudian tadi pagi masih berak dengan lancar, dan menyusun pidato ini dengan keadaan suhu tubuh serta kejiwaan yang n...