Kampusku Sarang Hantu [26]: Tamu Tak Diundang Tengah Malam
KEAMANAN, ketertiban, dan kenyamanan kampus sedikit banyak ditentukan oleh peran satuan pengamanan atau Satpam kampus. Mereka bertugas sebagaimana polisi yang memastikan kampus me...
Kegiatan berkesenian tak pernah padam, meski terganjal situasi yang tak menentu akibat pandemi Covid-19. Lihat saja. Perupa Ketut Sugantika Lekung menggelar pameran tunggal secara virtual. Kali ini, Lekung lebih merespon physiological.
Pameran digelar 8 - 19 -Agustus 2021 dan bisa dilihat di laman facebook Sugantika Lekung setiap hari. Author pameran Luh Budiaprilliana, M.Sn., dengan opened by Yoka Sara (art & architechture).

Penulis pameran Luh Budiaprilliana, staf Dosen ISI Denpasar, menyebutkan Lekung sebagai salah satu saksi dan pelakon yang melebur pada tradisi, menyatu melalui budaya lisan, budaya tindakan, bahkan hingga tinggalan-tinggalan kesenian yang berdampingan dalam hidupnya.
Bukan sekadar lagi di panggung untuk bercerita dengan banyak mendefinisi. Sedikit cerita yang dilisankan, namun banyak yang menjadi bentukan dari cerminan diri lewat perjalanan kehidupan itu sendiri.
“Apa yang disampaikan terkesan HANYA ITU/THAT’S IT tanpa persoalan apa-apa yang pada masa kini sering kita sebut UDAH, GITU AJA seakan begitu ringan, remeh, sepele dan tidak banyak ambil pusing namun justru sebuah kalimat jitu dengan simpulan maksud bahwa telah melampaui berbagai seluk beluk cerita dan remah-remahnya,“ ujar Luh Budiaprilliana.
Tidak repot menampilkan objek-objek yang cerewet, kata Luh Budiaprilliana, seperti sedang membuat pernyataan besar “UDAH, GITU AJA”. Sekilas tidak bicara banyak justru bermakna besar seperti ukuran objek yang dibuat memenuhi ruang karya. Banyak cerita yang bebas juga untuk diterka oleh audience, pun ruang luas untuk mengenang masing- masing cerita baik bagi audience maupun si seniman itu sendiri.

Pameran ini mempertegas bahwa “UDAH, GITU AJA” yang dinyatakan sesungguhnya hanya cara Lekung menyampaikan capaian eksplorasinya secara sederhana tanpa banyak kompromi.
Ketut Sugantiuka Lekung menjelaskan satu pukulan pertanda bahwa lewat kesederhanaan visualisasi karya yang minimalis, kesan THAT’S IT pada pameran ini mengandung kompleksitas tentang perjalanan hidup yang dilakoni. “Sederhananya dalam era kini pun, apa yang melebur lewat pengalaman hidup bukan lagi perkara untuk sibuk hanya sekedar dibahas dan dikupas lewat pisau-pisau ilmiah mumpuni,“ kata Lekung.
Sementara Yoka Sara penggiat Seni dan Arsitektur melihat kehadiran penjelajahan Lekung terkesan selalu “Woowww”. Kali ini di luar dari biasa, dimana pada satu titik tertentu dia berani untuk berhenti dan mengambil sari dari penjelajahannya yang tanpa batas, kemudian menyederhanakannya dari semua chaos dalam pikirannya, rasanya seperti pembebasan dari segala pengekangan yang dia abaikan, kemudian disimpulkan secara positif dan playfull, seolah setiap masalah itu bukan masalah.
“Tapi tentunya masing-masing dari kita pastinya akan memperoleh pengalaman dan perspektif yang berbeda bila kita bisa luangkan sejenak waktu kita untuk berada di hadapan karya-karya ini, dimana kita dibebaskan untuk jujur dan seluasnya menafsirkan, “ ujarnya.

KEAMANAN, ketertiban, dan kenyamanan kampus sedikit banyak ditentukan oleh peran satuan pengamanan atau Satpam kampus. Mereka bertugas sebagaimana polisi yang memastikan kampus me...
SORAK sorai memenuhi Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, pada Jumat, 25 Juli 2025. Sedari pukul 10.00 Wita, ruang megah itu disesaki ratusan pendukung dari sembilan...
KABUPATEN Buleleng menghidupkan kembali tradisi budaya lewat Buleleng Festival (Bulfest) 2025 setelah lima tahun vakum. Buleleng Festival 2025 yang mengambil tema "The Mask Histor...
PAGI itu saya duduk di warung kopi langganan. Di hadapan saya, secangkir kopi hitam mengepul, baru diseduh. Tapi bukannya langsung saya nikmati, saya malah lebih dulu membuka gawa...
RUANG hijau merupakan bagian tak terpisahkan dari kota. Dari segi kepemilikan ruang hijau milik pribadi dimana aksesnya dibatasi berupa pekarangan rumah dan gedung serta lahan mil...
KABUPATEN Badung bukan sekadar destinasi wisata yang mempesona, melainkan juga tanah yang menumbuhkan peradaban budaya Bali dengan taksu yang kuat dan warisan seni yang agung. Di...
SETELAH lampu padam, seorang perempuan muncul dari sayap panggung. Suara tambur terdengar. Perempuan muda itu mulai melantunkan sebuah tembang—atau kidung—Bali yang magis. Gemerin...
KISAH menarik dalam Buda Kecapi, yang menjadi tema SLF tahun ini, adalah ketika Klimosadha dan Klimosidhi menangani pasien-pasiennya. Membawa nama tersohor di seantero Lemah Tulis...
Dalam tulisan ini yang maksud kedaulatan bahasa adalah, digunakannya suatu bahasa dalam hal ini bahasa Indonesia secara sadar dan bertanggung jawab oleh masyarakat pendukung...
LARI merupakan salah satu olahraga yang sangat menarik dan semakin populer di kalangan masyarakat saat ini. Aktivitas ini bahkan sering dianggap sebagai bagian dari tren gaya hidu...