Kampusku Sarang Hantu [34]: “Healing” Berujung Merinding
LIBUR sekolah merupakan hari-hari yang ditunggu Edison Abdala. Ia bisa menikmati liburan bersama keluarga. Apalagi jika perkuliahan sudah melewati ujian akhir semester, ia tidak l...
Kegiatan berkesenian tak pernah padam, meski terganjal situasi yang tak menentu akibat pandemi Covid-19. Lihat saja. Perupa Ketut Sugantika Lekung menggelar pameran tunggal secara virtual. Kali ini, Lekung lebih merespon physiological.
Pameran digelar 8 - 19 -Agustus 2021 dan bisa dilihat di laman facebook Sugantika Lekung setiap hari. Author pameran Luh Budiaprilliana, M.Sn., dengan opened by Yoka Sara (art & architechture).

Penulis pameran Luh Budiaprilliana, staf Dosen ISI Denpasar, menyebutkan Lekung sebagai salah satu saksi dan pelakon yang melebur pada tradisi, menyatu melalui budaya lisan, budaya tindakan, bahkan hingga tinggalan-tinggalan kesenian yang berdampingan dalam hidupnya.
Bukan sekadar lagi di panggung untuk bercerita dengan banyak mendefinisi. Sedikit cerita yang dilisankan, namun banyak yang menjadi bentukan dari cerminan diri lewat perjalanan kehidupan itu sendiri.
“Apa yang disampaikan terkesan HANYA ITU/THAT’S IT tanpa persoalan apa-apa yang pada masa kini sering kita sebut UDAH, GITU AJA seakan begitu ringan, remeh, sepele dan tidak banyak ambil pusing namun justru sebuah kalimat jitu dengan simpulan maksud bahwa telah melampaui berbagai seluk beluk cerita dan remah-remahnya,“ ujar Luh Budiaprilliana.
Tidak repot menampilkan objek-objek yang cerewet, kata Luh Budiaprilliana, seperti sedang membuat pernyataan besar “UDAH, GITU AJA”. Sekilas tidak bicara banyak justru bermakna besar seperti ukuran objek yang dibuat memenuhi ruang karya. Banyak cerita yang bebas juga untuk diterka oleh audience, pun ruang luas untuk mengenang masing- masing cerita baik bagi audience maupun si seniman itu sendiri.

Pameran ini mempertegas bahwa “UDAH, GITU AJA” yang dinyatakan sesungguhnya hanya cara Lekung menyampaikan capaian eksplorasinya secara sederhana tanpa banyak kompromi.
Ketut Sugantiuka Lekung menjelaskan satu pukulan pertanda bahwa lewat kesederhanaan visualisasi karya yang minimalis, kesan THAT’S IT pada pameran ini mengandung kompleksitas tentang perjalanan hidup yang dilakoni. “Sederhananya dalam era kini pun, apa yang melebur lewat pengalaman hidup bukan lagi perkara untuk sibuk hanya sekedar dibahas dan dikupas lewat pisau-pisau ilmiah mumpuni,“ kata Lekung.
Sementara Yoka Sara penggiat Seni dan Arsitektur melihat kehadiran penjelajahan Lekung terkesan selalu “Woowww”. Kali ini di luar dari biasa, dimana pada satu titik tertentu dia berani untuk berhenti dan mengambil sari dari penjelajahannya yang tanpa batas, kemudian menyederhanakannya dari semua chaos dalam pikirannya, rasanya seperti pembebasan dari segala pengekangan yang dia abaikan, kemudian disimpulkan secara positif dan playfull, seolah setiap masalah itu bukan masalah.
“Tapi tentunya masing-masing dari kita pastinya akan memperoleh pengalaman dan perspektif yang berbeda bila kita bisa luangkan sejenak waktu kita untuk berada di hadapan karya-karya ini, dimana kita dibebaskan untuk jujur dan seluasnya menafsirkan, “ ujarnya.

LIBUR sekolah merupakan hari-hari yang ditunggu Edison Abdala. Ia bisa menikmati liburan bersama keluarga. Apalagi jika perkuliahan sudah melewati ujian akhir semester, ia tidak l...
SEJAK kecil saya ingin pergi ke luar negeri, belajar di sana. Katanya di negara maju semua serba teratur, tidak seperti di Indonesia. Saat SMA, keinginan itu mulai mengerucut deng...
Kawan yang baik, Beberapa waktu lalu engkau bertanya: “Apakah Timnas kita akan lolos Piala Dunia tahun depan?” Tentu aku jawab: “Kita semua ingin melihat Timnas lolos. Mohon...
Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi.Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.(Buya Hamka) Ucapan seorang anggota DPRD dari salah satu partai besar...
Ideologi dan idealisme terus tumbuh dalam sejarah dan dalam pengalaman hidup manusia bagi mereka yang memiliki kesadaran akan majunya ilmu pengetahuan melalui kontradiksi, negasi,...
Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 lahir sebagai instrumen utama untuk menata kembali struktur hukum agraria di Indonesia. Tujuannya adalah menggantikan sistem...
Antida Sound Garden sukses menggelar The Pianist, sebuah program musik dua malam berturut-turut yang mempertemukan musisi papan atas dengan talenta muda Bali. Acara ini berlangsun...
BAGI sebagian besar orang yang bekerja kantoran atau yang bekerja dengan jadwal kerja yang padat, duduk berjam-jam di depan komputer sepertinya sudah menjadi kebiasaan, dan juga w...
Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) menggelar Festival Literasi 2025 dengan tema “Buleleng Berliterasi, Buleleng Paten”. Kegiatan yang...
JURUSAN Bahasa Asing Universitas Pendidikan Ganesha kembali menyelenggarakan INSPIRATION, sebuah perayaan tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa. Nama INSPIRAT...