Rumor Demo 4 November - Provokasi Media dan Jurnalisme Damai
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Dulu, Kadek Surya Prasetya Wiguna punya posisi “nyaman” dengan gaji puluhan juta di sebuah Bank BUMN. Kini ia bergelimang di dunia pertanian, terutama petani kakao, sekaligus sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Cau Chocolate Bali. Mungkin tak dapat gaji besar, tapi ia punya cita-cita besar; membawa kembali kakao Bali sebagai kakao terbaik di dunia.
Cita-cita besar itu tentu saja punya dasar. Kepiawian Surya Prasetya untuk mengelola pertanian tak perlu diragukan. Ia menyelesaikan S1 ekonomi selama 2,5 tahun. Itu satu hal. Hal lain, ia yakin pertanian menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Buktinya pertanian menjadi sektor yang tetap stabil dan berkelanjutan dalam berbagai situasi.
Kenapa kakao? Kako adalah salah satu potensi pertanian yang memiliki peluang pasar internasional. Indonesia sempat menjadi pemiliki kakao terbaik nomor 3 di dunia. Pada tahun 2017, posisi Indonesia turun ke nomor urut 6 di dunia. Penyebabnya, produksi petani coklat akibat produktivitas di hulu yang sangat rendah.
“Posisi Indonesia saat ini sebagai importir kakao dan eksportir coklat. Artinya buah kakao unggulan dari berbagai negara dibawa ke Indonesia lalu diolah di Indonesia setelah itu baru di ekspor. Ini karena upah tenaga kerja yang murah di Indonesia,” kata Surya Prasetya dalam acara ALC Talk di Peguyangan, Denpasar, Jumat 25 Juni 2021.
Menyikapi persoalan ini, pihaknya kemudian melakukan beberapa terobosan. “Komoditas kakao ditentukan oleh harga dunia sehingga dengan mengetahui standar dunia maka petani bisa menjual kakao mengikuti standar harga dunia.” Katanya.
Akan tetapi, katanya, pada kenyataanya, petani hanya menerima 70 persen dari standar harga kakao dunia akibat panjangnya rantai distribusi.
“Petani tidak benar-benar bisa menjual kepada pabrik, maka dari itu, Cau Chocolate berposisi untuk memutus rantai distribusi ini. Saat ini petani dapat menjual kakao kepada koperasi petani, lalu masuk ke Cau Chocolate. Dengan terpotongnya rantai distribusi, harga yang diterima petani tidak lagi 70 persen tetapi mencapai 90 persen,” jelasnya.
Saat ini ada 600 orang petani yang menjadi penyuplai kakao untuk Cau Chocolate baik yang berada di Tabanan dan Jembrana. Dari jumlah itu, 200 di antaranya sudah bersertifikasi organik. Cau Chocolate menjadi buyer utama dengan visi mengembangkan kakao Bali menjadi salah satu kakao terbaik di dunia.
Sebagai petani muda, Surya Prasetya yang ditunjuk sebagai duta petani milenial juga berkeinginan untuk membangkitkan semangat anak-anak muda di bidang pertanian. Di seluruh Indonesia ada 9 juta petani yang usianya dibawah 40 tahun.
Ia juga miris dengan fakta bahwa 270 juta penduduk Indonesia menggantungkan hidup kepada 9 juta orang petani. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah agar konsen membentuk petani muda menjadi pengusaha muda. Pemerintah harus melindungi pertanian dengan menghindari import agar harga tetap baik.
“Hal yang paling penting ketika kita ingin membentuk petani muda harus ada pasar yang jelas untuk mereka dan kebutuhan modal mereka harus dipenuhi,” katanya. [T][*]
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Hai Gess! Kenken Kabare, Gess? Nu inget nyoblos, Gess? Calon Tunggal di Buleleng jani, Gess. Memusuh jak KOTAK KOSONG, Gess. Musuh ngenah aluh ngelawan! Musuh sing ngenah, kaden al...
Sekilas MEA ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 20...
BELAJAR dari figur dan tokoh perempuan, itulah barangkali pesan utama dari buku kumpulan cerpen berbahasa Bali terbaru I Made Suarsa, “Luh-Luh”. Buku ini memuat 19 cerpen yang kese...
Dear para jomblo di muka Bumi ini, Aku adalah kawanmu yang masih setia. Menjomblo bersama kalian adalah sebuah anugerah tak terbatas. Terima kasih karena kalian juga masih setia...
TIDAK banyak yang mengira bahwa kini masyarakat Eropa ternyata malas dalam mempelajari bahasa asing. Meski perkembangan pendidikan di Eropa sangatlah pesat, siapa sangka bahwa mere...
Prodi Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha, Singaraja, menggelar pameran bertajuk “Qilin” (Membaca Sosial Budaya Warga Pecinan Kota Singaraja) di Neka Art Museum, Jalan Sanggingan C...
SARJANA. Bak mobil yang telah turun kastanya dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer. Sarjanapun, maknanya semakin memudar. Terlalu banyak sarjana modern yang merasa sal...
ANDA pernah jatuh cinta? Baiklah, yang sudah pernah jatuh cinta sebelumnya pasti akan mengerti tentang pembahasan kali ini. Jika belum pernah, sayang sekali, anda hanya akan bisa...
Cerpen: Komang AstiariAKU rindu kampung halaman. Aku rindu nenek. Kepergiannya masih menyakitkan bagiku, batinku belum mampu menerima dia sudah pergi, selamanya. Apakah Tuhan mengg...