Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
Najwa Shihab memberikan tongkat estafet Duta Baca Indonesia kepada Gol A Gong di ruang teater, Perpusnas RI, Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 30 April 2021.
Najwa sebelumnya menjadi Duta Baca Indonesia 2016-2020, dan Gol A Gong menggantikannya untuk periode 2021-2015.
“Terima kasih saya ucapkan kepada semua Sahabat Literasi, baik itu Duta Baca dan Duta Bahasa di Daerah, para Ketua Forum TBM Pusat dan daerah, para relawan literasi, Forum Lingkar Pena, Pustaka Bergerak, NAD, KBM, Penulis Bacaan Anake, 1001Buku, Penerbit, Komunitas Sastra, penyair, wartawan, penulis, dll. Mari kita bekerja bersama agar Indeks literasi Indonesia bergerak naik. Mari kita bersemangat meningkatkan budaya baca-tulis kita agar Indonesia tidak selalu dianggap tertinggal,” tulis Gol A Gong di grup WA Wartawan Sastrawan, Jumat.
Penyerahan disaksikan Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando. “Sosok Duta Baca bukan sekedar penyambung lidah program pemerintah, tetapi juga sebagai seorang influencer, opinion leader, motivator, penggerak hati masyarakat, agar mau menjadikan aktivitas baca sebagai budaya dalam keseharian. Sehingga nantinya berdampak positif pada pertumbuhan literasi di Tanah Air,” ujar Muhammad Syarif Bando seperti dirilis Antara,
Gol A Gong yang bernama asli Heri Hendrayana Harris adalah pegiat literasi yang menulis muda. Dikutip dari golagong.wordpress.com, Gol A Gong yang lahir Purwakarta 15 Agustus 1963 ini mengawali karir di dunia tulis menulis dengan menjadi wartawan. Tahun 1989, ia menjadi wartawan tabloid Warta Pramuka (Kompas Gramedia). Kemudian pada 1994 hingga 1995, ia bekerja di tabloid Karina. Ia juga sempat menjadi reporter freelance di beberapa media massa.
Ia juga dikenal sebagai penulis skenario TV. Pada 1995 bekerja di Indosiar. Kemudian hijrah ke RCTI (1996 – 2008) sebagai senior creative. Beberapa novelnya diangkat ke layar kaca, seperti Balada Si Roy yang dibuat versi sinetronnya oleh PT Indika Entertainment, diperankan Ari Sihasale (ditayangkan di Malaysia), Pada-Mu Aku Bersimpuh (2002, RCTI), dan Al Bahri (SCTV, 2002).
Gol A Gong bersama istrinya, Asih Purwaningtyas Chasanah atau lebih akrab disapa Tias Tatanka, dibantu sahabat-sahabatnya, mendirikan komunitas baca Rumah Dunia di kompleks Hegar Alam 40 Ciloang, Serang 42118, Provinsi Banten. [T][*][Ada]
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...