Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
Telepon berdering. Dering yang pertama, yang kedua, “Ris, tolong angkat telponnya!” ujar senpai saya. Dering ketiga, setelah akhirnya sadar line yang nyalanya sedikit tersembunyi: “お電話ありがとうございます。ヒノでヒルズ・ニセコビレッジでございます” (Odenwa arigatou gozaimasu. Hinode Hills de gozaimasu).
Saya rasa etika menjawab telepon dalam berbagai bidang, terutama hospitality di negara mana saja kurang lebih sama. Kita wajib mengangkat telepon sesegera mungkin, dering ketiga ditetapkan sebagai batas paling lambat untuk mengangkat telepon.
Di tempat saya bekerja di kawasan Niseko Village, Hokkaido, Jepang, ada beberapa properti hotel sesuai kelas dan tipe tamu yang dikelola satu management dan owner yang sama. Saya dan rekan-rekan pada tiap musimnya akan mendapat penugasan yang kemungkinan berganti sesuai situasi dan kondisi saat itu.
Saya yang awalnya datang ke Niseko pada tahun 2019, diutamakan bekerja sebagai Guest Service di Kasara Townhouse, kemudian menjadi Front Desk di Hinode Hills saat musim panas, lalu pada winter season yang dimulai Desember 2020 lalu, saya bertugas sebagai Front Desk di The Green Leaf Hotel.

Dan sayangnya karena efek pandemi Covid-19, management memutuskan menutup The Green Leaf Hotel lebih awal pada 1 Februari 2021 dari yang biasanya akan mengakhiri musim dingin tiap 31 Maret setiap tahunnya. Jadilah kami semua berfokus pada Hinode Hills, seluruh reservasi dialokasikan ke Hinode Hills, begitu pula seluruh staf.
Nah, di Hinode Hills perangkat teleponnya sama saja akan tetapi line telepon yang masuk sedikit berbeda, dan telepon antar properti juga harus melalui akses khusus berhubung properti ini berdiri baru November 2019. Selain itu, telepon antar properti dari masing-masing section yang masuk juga akan berbeda tiap musim.
Winter season, hotel kami adalah primadona aktivitas Ski dan Snowboard, pada Summer Season, hotel akan menjadi destinasi golf favorit. Di Hinode Hills ada satu deret lagi pilihan pada perangkat telepon yang tidak saya gunakan saat bekerja di The Green Leaf Hotel, maka ketika saya sudah angkat teleponnya, tidak ada lawan bicara. Rupanya harus menekan salah satu tombol pilihan yang ada di deret tersebut. Usia baru 32 tapi mata sudah mulai rabun hahaaaa
Bicara tentang etika menelepon, saya yang cukup percaya diri sudah bekerja beberapa tahun di dunia perhotelan, masih saja keblinger. Cenderung pada masalah tentang kosa kata. Bagi saya yang lulusan pendidikan bahasa Jepang, saya sempat berpikir bahasa Jepang saya sudah cukup aman. Tetapi tidak demikian di dunia kerja, teman-teman. Apalagi, di negeri sakuranya langsung.

Penelepon juga harus dibedakan, antara rekan bisnis dan bakal tamu/tamu. Apabila telepon dari tamu dan kira-kira akan memakan waktu cukup panjang dalam menjelaskan, kita akan mengkonfirmasi nama dan nomor telepon tamu, kemudian kita akan menghubungi ulang tamu agar tamu tidak mengeluarkan banyak biaya untuk menelepon pihak hotel.
Buat saya, ngomong Jepangnya biar cantik itu looooh, susah. Contoh ya, ketika ada telepon masuk dari travel agent, saya jawab dengan standard greetings, kemudian saat harus menjelaskan bahwa rekan kita di bagian reservasi sedang tidak ada (sedang lunch break dan akan kembali sekitar pk.14:30), saya diajarkan menjawab seperti ini: ただ今、担当者が席を外しておりますので、2:30ごろにおかけ直し頂きますか? (Tadaima, tantousha ga seki o hazushiteorimasunode, ni ji han goro ni okakenaoshi itadakimasuka?)

Buat saya yang menyerah pada baca-tulis kanji ketika mengakhiri karir di pendidikan, kemudian berbekal kemampuan berbicara dan menyimak saja selama melayani tamu Jepang di hotel, ini merupakan kerja keras. Tambah lagi, teman-teman, itu saja belum cukup untuk dihafalkan bagi saya yang sudah mulai lupa isi buku Minna no Nihongo sampai bab 50 dan lanjutan-lanjutannya ketika saya pelajari dengan perjuangan di bangku kuliah. Percayalah, bahasa kalau tidak dipergunakan, bisa lewat bagaikan masa lalu.
“Riris, kalau staf yang dihubungi keluar office tetapi tidak akan kembali pada hari itu, misalnya pulang awal atau meeting di luar hingga jam kerja berakhir beda lagi jawabnya.”
“Oh ya, kalau staf yang dihubungi memang tidak hadir bekerja hari itu, berbeda lagi.”
Bilang aja libur gitu, gimana?? Hahaaa kalau kepepet saya kadang menyampaikan bahwa staf yang ingin dihubungi libur, dan akan kembali bekerja sesuai schedule yang telah saya cek sebelum menjawab kembali.
Hal-hal seperti ini tidak ada benar salah bagi saya, tergantung selera. Apakah mau level segitu saja, atau mau lebih berkelas. Sama dengan belajar, apakah mau melawan usia dan rasa malas. Yuk, belajar lagi! [T]

____
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...