Papuk, Cucu dan Puisi
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
Masker medis dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan covid-19. Tetapi ada masalah lain yang mengintai kita dari penggunaan masker sekali pakai, yaitu limbahnya yang mencemari lingkungan.
Menurut data yang dihimpun Kementrian Kesehatan pada 2019, ada Sekitar 295 ton/hari limbah medis. Sementara sepanjang pandemi Covid-19,meningkat 30 persen. Masker medis sendri termasuk ke dalam limbah medis.
Tumpukan sampah masker terbukti berbahaya dan dapat mematikan bagi satwa liar di alam bebas. Ketika masker wajah dibuang, barang tersebut dapat mematikan bagi satwa liar di alam bebas. Ketika masker wajah dibuang, barang tersebut dapat merusak lingkungan dan hewan di bumi.
Ada sejumlah peristiwa yang menunjukkan masker menimbulkan masalah bagi hewan. Di beberapa daerah ada moyet kecil sedang asik mengunyah tali masker yang menjadi sampah, ada burung camar yang tidak bisa tergerak selama seminggu karena kakinya tersangkut di tali masker sekali pakai. Melihat peristiwa semacam itu, dampak terbesar dari masker mungkin terjadi di perairan. Selain itu limbah dari pandemi dikatakan telah menyumbang 6.200.ton sampah tambahan yang mencemari laut.
Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan masker sekali pakai yang kita gunakan itu agar tidak mencemari membahayakan lingkungan. Kami Trainer Gea Ecobricks akan membagikan caranya, cara membuang masker medis saat masker medis tidak bisa dihindari.
Masker bekas itu bisa membuat ecobricks. Caranya:

Pembuatan ecobricks menghindari pengiriman sampah plastik dan masker ke TPA dan kalian bisa membuat ecobricks ini dari semua jenis plastik. Kalau sudah banyak ecobricks kita bisa membuat batu-bata, meja, kursi, lego, dan benda lainya.
Visi Ecobricks adalah cara seru kita untuk memulai beraksi saat ini dalam menghentikan polusi dan memulai membayangkan cara hidup yang lebih sehat bersama lingkungan kita.
Ecobricks memberikan kita wadah untuk memilah dan menempatkan plastik. Visioning memberi kita untuk membayangkan betapa indahnya lingkungan sekitar kita nantinya. Langkah pertama untuk beranjak dari pola-pola lama ke realitas baru. Bagaimanapun juga, pemikiran sempit dan tidak imajinatif adalah pangkal penyebab polusi.
Kemudian dengan imajinasi dan brick kita dapat mewujudkan visi kita. Ecobricks memungkinkan kita berkolaborasi bersama siswa,orang tua, dan staf untuk menciptakan ruang hijau yang indah tanpa biaya mahal: taman bermain,kebun dan hutan kota. [T]
___
BACA ARTIKEL TERKAIT:
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja...
BERCERITA Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata...
PADA akhir hidup seorang manusia, dunia tidak mengenal orang yang setengah-setengah. Hitam ya hitam, putih ya putih. Pahlawan atau Penjahat. Tidak ada yang mengenal si abu-abu. Bai...
PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian. Sepinta...
SALAH satu gitaris terbaik Indonesia bahkan dunia, Wayan Balawan, akan hadir dan konser di Kupang Agustus nanti. Wayan Balawan, master tapping asal Bali, akan didampingi drummer da...
HAJATAN besar sejarah pemilu di Indonesia telah dimulai Rabu, 9 Desember 2015. Ada sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota se-Nusantara waktu itu yang melaksanakan pilkada serenta...
BERANGGAPAN bahwa kampus adalah sebuah lembaga independen yang tidak boleh memihak kekuatan politik memang adalah sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti tidak ambil bagian dalam pr...
(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyongsong Serasehan Drama Gong yang rencananya digelar di Denpasar, 6 Agustus 2016) DI Bali, sebelum lahirnya institusi pendidikan seni dan Pesta...
ISU kesetaraan gender masih menjadi topik relevan yang dibahas melalui media verbal maupun non verbal. Tak terkecuali melalui medium seni rupa. Topik soal gender yang seolah ingin...
Judul Buku: Istana Para Kuli # Penulis: Yahya Umar # Penerbit: Salsabila – Pustaka Al-Kautsar Grup # Tebal: 229 halaman # ISBN: 978-602-1695-36-4 MADURA memiliki bentangan tanah ta...