“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
PISANG BAKAR DAN SEBIJI TREMBESI SERUPA KHULDI
seseorang di dalam kamar
merajuk dalam mimpinya:
“aku ingin pisang
yang tumbuh di bilik sorga,
ditanam para malaikat,
dibakar dalam rahasia api!”
sesorang entah siapa
menjawab dalam mimpinya,
“tak ada pisang yang ditanam
dan bisa dibakar,
di ceruk ini cuma ada
sebiji trembesi sebesar khuldi!”
seseorang terjaga dari mimpi,
di mejanya sepiring pisang bakar
telah jadi dingin dan basi
langsung ke luar kamar
pergi ke angkringan
memesan sebiji pisang
minta dibakar di perapian
pisang separo terbakar
mendadak ditinggal pergi
sebelum sempurna matang
karena pandang matanya
terbentur hitam warna arang
ANAK PEMANJAT TIANG BENDERA DI ATAMBUA
Di Atambua, seorang bocah
menyelimuti hatinya dengan bendera
tanpa busana telanjang dada
tak segagah paskibraka
angkasa hanya cerita milik para dewa
tapi seorang bocah telanjang dada
menakluk angkasa mengibarkan bendera
“Aku tak butuh tali temali,
hanya hati untuk negeri ini!”
Di Atambua,
seorang bocah telanjang dada
tak segagah paskibraka
bertaruh nyawa
mengibar bendera di angkasa
ketika para bapanya di ibu kota
tanpa muka dan kepala
berebut melahap negara untuk diri sendiri
Di Atambua,
bersama angkuh cakrawala
aku belajar kembali
mengibarkan bendera
dengan hati tanpa tali temali
Di Atambua,
bersama seorang bocah dan bendera
belajar lagi mencinta negara
dengan jujur dan sederhana
KIBLAT PAPAT
telah disiapkan sesobek peta bagi para pengelana
penziarah-penziarah yang lapar pada perjalanan rumpil
berkelok-kelok menuju padang purnama atau samodra yang berkobar-kobar
nahkoda-nahkoda yang setia berjaga di pinggir buritan
juga kelasi-kelasi tua yang mabuk rindu daratan
mencari arah dimana panji-panji akan ditancapkan
KECUBUNG WULUNG
/1/
kau menjeratku dalam mozaik warna biru ungu telagamu
memaksa mata terjaga bersama malam yang menawarkan gelisah
para pejalan yang tak kenal larut pada jagat-jagat yang asing
lalu terjerat cinta yang ditemuinya di sepanjang jalan setapak
dalam kilau biru ungu gumpalan sepi yang padat bangkit perlahan
menghanyutkan nafas-nafas tua ke hulu bersama bulan yang lambat mengapung
di dasar warnamu mataku berenang-renang mencari cahaya yang remang
dan kerjap kerjap warnamu merembes ke segala penjuru mata angin
entah mengapa aku tersedot menggapai-gapai dalam pusaran warna telagamu
seperti pohon tua yang dahannya mencoba menegak meraih langit yang koyak
sebelum terbanting-banting oleh angin yang menampar-nampar musim
jendela kamar kubuka agar cahayamu dapat menerobos kepompongku
/2/
tak ada tanda-tanda di telagamu yang makin ungu itu
kecuali angin dan air kali berdesir-desir menepikan pasir
menyisakan sejungkil batu yang menandai waktu
“katakan apa makna biru ungumu?”
dan di dingin tulang
sejumput sunyi
memyembunyikan guruh
di langit-langit yang jauh
dan bayang-bayang mengelupas
seperti senyap daun-daun gugur
disebabkan rindu nyala purnama
di kedalamanmu yang telaga
biarkan aku menghikmati biru ungumu
menemanimu bertapa mengeras dalam kemarau
TENGKORAK TOTOMBATU DI TAROHAN
Seperti pewarta abadi aku diam di sini
Menyimak takdir dalam sepi pantai dan nyeri guruh lautan
Membisikan pesan rintih zaman di gores-gores takdir
Pada anak cucu saat mereka perlahan bijak menyelusuri musim
Sepenggal sejarah tetesan darah mereka yang tiap waktu
Dapat dilhat selama mereka mau seperti peta yang terbuka
Aku di sini telanjang bersama waktu
Mendekam di ceruk-ceruk tajam karang
Menggeramangkan sasambo bersama tepukan ombak
Memukul pelan-pelan gigir karang dan camar-camar
Berterbangan memunguti ikan di sela-sela buih gelombang
Sebelum berumah menyusun sarang di puncak tak beratap
Di hutan-hutan malam dalam bayangan pohon-pohon bakau
Aku mendekam dalam diam sempurna seperti wajah nelayan yang tabah
Melayari lecutan lecutan badai belajar menafsir cinta
Permainan ajal dalam derai badai gelisah silsilah
Aku membeku disenandungkan gelombang taufan
Tetua-tetua yang tak pernah akan bosan
Mengingatkanmu akan sejarah yang hilang
Silsilah poradiso hikayat tanah pantai surga
Yang tiap waktu akan memukul-mukul jantungmu
“aku akan abadi di lorong-lorong ingatanmu!”
___
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...